Breaking News
Live Update Berita Terkini

BPSDM Kemendagri Luncurkan Program Region Branding untuk Perkuat Daya Saing Daerah

Sabtu, 20 Jun 2026
Editor: Eky
Penulis: @ANT
BPSDM Kemendagri meluncurkan program Region Branding for Prosperity untuk membantu pemerintah daerah membangun identitas wilayah, meningkatkan daya saing, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. (Sumber Foto: Hersunu)
Dengarkan dgn suara Siap
4.8K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) resmi meluncurkan program pelatihan Region Branding for Prosperity (RBP) sebagai upaya meningkatkan daya saing dan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

Program tersebut diluncurkan di Gedung BPSDM Kemendagri, Jakarta Selatan, Jumat (19/6/2026), dan dirancang untuk membekali para pemimpin daerah serta aparatur sipil negara (ASN) dengan kemampuan membangun identitas dan reputasi wilayah yang berdaya saing.

Kepala BPSDM Kemendagri, Sugeng Hariyono, mengatakan program ini bertujuan menjadikan pemimpin daerah sebagai penggerak utama dalam membangun citra wilayah yang mampu menarik investasi, meningkatkan potensi ekonomi, dan mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Peluncuran program turut dihadiri Deputi Bidang Transformasi Pembelajaran ASN Lembaga Administrasi Negara, Erna Irawati, serta Direktur Utama PT Invensi Masa Depan, Yuswohady, yang juga menjadi penggagas konsep Region Branding Diamond sebagai fondasi program.

Program ini lahir dari kebutuhan untuk mengoptimalkan potensi daerah yang selama ini belum terkelola secara maksimal. Banyak wilayah dinilai memiliki keunggulan ekonomi, budaya, maupun sejarah, tetapi belum mampu membangun identitas yang kuat dan dikenal luas.

Selain itu, sejumlah daerah masih menghadapi tantangan dalam mengembangkan narasi yang konsisten mengenai keunikan wilayahnya. Potensi lokal yang seharusnya menjadi nilai tambah kompetitif sering kali belum dimanfaatkan secara optimal untuk menarik investasi maupun meningkatkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Dalam pelaksanaannya, RBP menggunakan metode pembelajaran 70:20:10 yang mengombinasikan pembelajaran mandiri, sesi interaktif daring, serta pendampingan intensif bersama praktisi branding dan pengembangan ekonomi daerah.

Kurikulum pelatihan dibangun berdasarkan kerangka Region Brand Diamond yang mencakup lima pilar utama, yaitu Arena, Audience, Value, Narrative, dan Action (AAVNA). Melalui pendekatan tersebut, peserta akan menyusun Region Brand Blueprint atau cetak biru pengembangan identitas daerah yang dapat diterapkan sebagai strategi pembangunan wilayah.

Program ini ditujukan bagi pejabat pimpinan tinggi dan ASN pemerintah daerah yang memiliki peran strategis dalam pengembangan ekonomi dan pembangunan wilayah. Skema blended learning yang diterapkan memungkinkan peserta mengikuti pelatihan tanpa mengganggu tugas dan tanggung jawab di daerah masing-masing.

BPSDM Kemendagri juga menggandeng LAN RI untuk memastikan hasil pembelajaran peserta diakui dalam sistem pengembangan kompetensi ASN nasional. Dengan demikian, program ini tidak hanya menjadi sarana peningkatan kapasitas, tetapi juga investasi jangka panjang bagi pengembangan karier aparatur negara.

Melalui peluncuran Region Branding for Prosperity, BPSDM Kemendagri berharap pembangunan kapasitas ASN dapat memberikan dampak yang lebih luas, tidak hanya bagi individu, tetapi juga bagi peningkatan reputasi, daya saing, dan kemakmuran daerah di seluruh Indonesia.

No More Posts Available.

No more pages to load.