News Update
Live Update Berita Terkini

Basarnas Bengkulu Sisir Pesisir Enggano Cari Lima Jurnalis dan Tiga Awak Kapal

Rabu, 16 Sep 2026
Editor: Eky
Penulis: @ANT
Anggota Basarnas Bengkulu saat melakukan penyisiran di pesisir Pulau Enggano Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, Rabu (16/9/2026). ANTARA/Anggi Mayasari
Dengarkan dgn suara Siap
39.9K pembaca

BENGKULU (kabarpublik.id) – Kantor Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bengkulu melakukan penyisiran di kawasan pesisir Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, untuk mencari lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang saat meliput aktivitas Anak Gunung Krakatau.

Kepala Kantor Basarnas Bengkulu Muslikun Sodik mengatakan pencarian dilakukan melalui penyisiran darat di sepanjang pesisir Pulau Enggano.

Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026

Keterangan foto: Poster peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober.

“Memang benar saat ini kami melakukan penyisiran darat di kawasan pesisir Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, untuk melakukan pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang saat meliput aktivitas Anak Gunung Krakatau,” kata Muslikun saat dikonfirmasi di Kota Bengkulu, Rabu.

Tim Basarnas Bengkulu sebelumnya melakukan penyisiran dari Dermaga Malakoni menuju Banjarsari di Pulau Enggano.

Selain pencarian melalui jalur darat, Basarnas Bengkulu menyiapkan rigid inflatable boat (RIB) untuk mendukung pencarian melalui perairan. RIB tersebut akan dibawa dari Kota Bengkulu ke Pulau Enggano menggunakan Kapal Pulo Tello.

Sampel DNA Jenazah Dikirim ke Pusdokkes Polri

Di tengah pencarian, Polda Bengkulu telah mengirimkan sampel DNA dari jenazah tanpa identitas yang ditemukan di Pulau Enggano ke Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri.

Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Imam Wijayanto mengatakan sampel DNA tersebut akan dicocokkan untuk mengetahui identitas jenazah.

“Terkait pencocokan DNA, untuk jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, saat ini sudah dikirimkan sampel DNA-nya ke Pusdokkes Mabes Polri untuk dicocokkan,” ujarnya.

Pemeriksaan forensik dilakukan untuk memastikan identitas jenazah sekaligus mengetahui apakah korban memiliki keterkaitan dengan lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang saat meliput aktivitas Anak Gunung Krakatau.

Imam mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari Pusdokkes Polri. Hasil tersebut nantinya akan disampaikan kepada publik setelah diterima oleh kepolisian.

“Untuk waktunya berapa lama, kami masih menunggu. Nanti setelah hasilnya ada akan kami sampaikan kembali,” katanya.

Berdasarkan pemeriksaan awal penyidik, jenazah yang ditemukan tersebut bukan warga sekitar maupun masyarakat asli Pulau Enggano.

Jenazah Dibawa ke Bengkulu

Kepala Kantor Basarnas Bengkulu Muslikun Sodik mengatakan jenazah yang ditemukan di Enggano telah dievakuasi menggunakan pesawat Susi Air dari Bandara Enggano menuju Bandara Fatmawati Soekarno pada Senin (14/9) pukul 07.58 WIB.

Jenazah didampingi dua personel kepolisian untuk menjalani pemeriksaan dan autopsi. Proses tersebut dilakukan guna membantu mengungkap identitas serta penyebab kematian korban.

Sebelumnya, pada Sabtu (12/9), Basarnas Bengkulu menerima laporan mengenai penemuan jenazah tanpa identitas di kawasan pesisir Sawang Bengkok, Desa Khayapu, Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara.

Penemuan jenazah tersebut menjadi bagian dari penyelidikan di tengah pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang dilaporkan hilang saat meliput aktivitas Anak Gunung Krakatau.

No More Posts Available.

No more pages to load.