SOLOK (kabarpublik.id) – Tim SAR gabungan menemukan korban terakhir yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat banjir bandang di Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sehingga operasi pencarian dan pertolongan resmi dihentikan pada Jumat (25/9/2026).
Direktur Kesiapsiagaan Basarnas Noer Isrodin Muchlisin mengatakan korban bernama Agusra ditemukan pada Jumat sekitar pukul 11.00 WIB.
“Pada hari pertama operasi pencarian telah ditemukan satu orang meninggal dan pada Jumat pukul 11.00 WIB korban kedua bernama Agusra sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” kata Noer di Solok, Jumat.
Agusra ditemukan di belakang Kantor Bupati Solok. Sebelumnya, terdapat dua orang yang dilaporkan hilang setelah banjir bandang menerjang wilayah tersebut.
Korban pertama, Daffa, ditemukan pada hari pertama operasi pencarian. Sementara Agusra ditemukan pada hari kelima pencarian oleh tim SAR gabungan.
Dengan ditemukannya Agusra, seluruh korban yang sebelumnya masuk dalam daftar pencarian telah ditemukan. Keduanya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
“Tidak ada target ataupun korban yang harus kita lakukan pencarian dan penyelamatan, maka operasi SAR secara khusus sudah selesai,” ujar Noer.
Basarnas Tetap Siaga
Meski operasi SAR khusus dihentikan, Basarnas bersama potensi SAR tetap bersiaga di wilayah terdampak banjir bandang.
Personel gabungan akan tetap berada di lokasi untuk membantu masyarakat apabila terjadi kondisi darurat atau kebutuhan mendesak.
“Basarnas beserta potensi SAR dan Tim SAR Gabungan senantiasa standby mengantisipasi seandainya ada kebutuhan yang bersifat mendesak,” katanya.
Basarnas juga mengimbau masyarakat segera menyampaikan informasi apabila menemukan perkembangan baru terkait korban atau kondisi lain yang membutuhkan penanganan tim SAR.
Dengan berakhirnya operasi SAR khusus, fokus penanganan selanjutnya diarahkan pada kesiapsiagaan dan dukungan bagi masyarakat di wilayah yang terdampak banjir bandang.





