News Update
Live Update Berita Terkini

Kasus DBD di Kepulauan Seribu Turun dari 25 Menjadi 8 Sepanjang Januari–September 2026

Jumat, 23 Okt 2026
Editor: Eky
Penulis: @ANT
Ilustrasi - Petugas melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) sebagai upaya mencegah penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kelurahan Pulau Untung Jawa, Kabupaten Kepulauan Seribu. (ANTARA/HO-Pemkab Kepulauan Seribu).
Dengarkan dgn suara Siap
14.1K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Kepulauan Seribu mengalami penurunan signifikan sepanjang Januari hingga September 2026. Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Kepulauan Seribu mencatat delapan kasus, turun dibandingkan 25 kasus pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Kepulauan Seribu, dr. Ghamal Ahmad Permana, mengatakan penurunan tersebut mencapai 68 persen dibandingkan periode Januari–September 2025.

Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026

Keterangan foto: Poster peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober.

“Periode 1 Januari hingga 30 September 2026, terdapat delapan kasus DBD dan jumlah ini menurun dibandingkan periode yang sama tahun 2025, dengan jumlah 25 kasus,” kata Ghamal di Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Untuk menekan penyebaran DBD, Sudinkes Kepulauan Seribu terus mengintensifkan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus.

Gerakan tersebut meliputi menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah penyimpanan air, serta mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.

Sementara itu, langkah tambahan dilakukan dengan menanam tanaman pengusir nyamuk, memeriksa tempat penampungan air, membersihkan lingkungan, serta memperbaiki saluran air yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

“Aksi 3M Plus ini rutin dilakukan di permukiman penduduk sebanyak dua kali dalam sepekan,” ujarnya.

Libatkan Warga dalam Pencegahan DBD

Selain menjalankan program 3M Plus, Sudinkes Kepulauan Seribu menggelar kegiatan gerebek PSN bersama berbagai pihak serta membentuk Kampung Bebas Jentik.

Petugas juga melakukan survei untuk memantau keberadaan jentik nyamuk dan menindaklanjuti temuan di lingkungan permukiman warga.

Upaya pencegahan turut diperkuat melalui edukasi kepada petugas puskesmas, kader juru pemantau jentik (jumantik), dan masyarakat mengenai pencegahan serta penanganan DBD.

“Kami melibatkan masyarakat dalam mencegah penyebaran penyakit yang ditularkan nyamuk tersebut. Sosialisasi langsung kepada warga juga dilakukan kader jumantik agar masyarakat paham dengan penyebaran DBD,” jelas Ghamal.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam mengendalikan penyebaran penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti tersebut.

Salah satu langkah yang terus didorong adalah Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik. Melalui program ini, setiap keluarga diharapkan aktif memeriksa dan memastikan tidak ada jentik nyamuk di lingkungan rumah.

Warga Diimbau Rutin Memeriksa Penampungan Air

Ghamal menjelaskan, kebiasaan masyarakat Kepulauan Seribu menampung air hujan perlu mendapat perhatian khusus dalam upaya pencegahan DBD.

Pasalnya, wadah penampungan air yang tidak tertutup rapat berpotensi menjadi tempat nyamuk berkembang biak.

Karena itu, warga diminta rutin memeriksa dan membersihkan tempat penyimpanan air untuk mencegah munculnya jentik nyamuk.

Selain menjaga kebersihan lingkungan, masyarakat juga diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada DBD.

“Kami juga mengimbau masyarakat yang memiliki keluarga atau memiliki gejala DBD agar segera ke fasilitas pelayanan kesehatan dan tidak terlambat menerima pengobatan,” pungkas Ghamal.

No More Posts Available.

No more pages to load.