BATAM (kabarpublik.id) – Sebanyak 150 warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Batam, Kepulauan Riau, mengikuti layanan Konseling dan Tes Sukarela HIV/AIDS atau Voluntary Counseling and Testing (VCT) sebagai langkah deteksi dini terhadap penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh tersebut.
Kepala Rutan Kelas IIA Batam, Fajar Teguh Wibowo, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari pemenuhan hak kesehatan warga binaan sekaligus upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular di lingkungan rutan.
“Kesehatan merupakan hak dasar setiap warga binaan. Melalui edukasi dan pemeriksaan VCT Mobile ini, kami berharap warga binaan semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan serta dapat mendeteksi kondisi kesehatannya sejak dini,” kata Fajar dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Rabu (11/6).
Kegiatan tersebut dilaksanakan secara rutin melalui kerja sama antara Rutan Batam dan Puskesmas Sei Langkai. Program pemeriksaan kesehatan ini digelar sekitar satu kali setiap triwulan sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi warga binaan.
- BEGINI CARA NASIR GIASI OPTIMALKAN PENGUSAHA LOKAL POHUWATO
- Bahas Pencanangan Penamaaan Jalan Usmar Ismail dan Percepatan Program kebudayaan di Bukittinggi, Wako Ramlan, Temui Menteri Kebudayaan RI
- Diskusi Intensif dengan International Energy Agency, Dirut PLN Paparkan Strategi Wujudkan Transisi Energi di Indonesia
Menurut Fajar, hasil pemeriksaan bersifat rahasia dan tidak dapat dipublikasikan. Namun, warga binaan yang terdeteksi positif akan mendapatkan pendampingan, edukasi, serta penanganan medis sesuai prosedur yang berlaku.
“Jika ditemukan hasil positif, pihak puskesmas akan memberikan edukasi dan pendampingan secara personal, termasuk kepada keluarga yang bersangkutan,” ujarnya.
Selain pemeriksaan HIV/AIDS, petugas kesehatan juga memberikan penyuluhan mengenai pola hidup sehat, pentingnya pemeriksaan kesehatan berkala, serta langkah-langkah pencegahan berbagai penyakit menular.
Fajar menambahkan, edukasi juga diberikan kepada seluruh warga binaan untuk meningkatkan pemahaman tentang HIV/AIDS dan mencegah munculnya stigma maupun diskriminasi terhadap sesama warga binaan.
Melalui kegiatan ini, Rutan Batam menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas, humanis, dan berorientasi pada pemenuhan hak-hak warga binaan selama menjalani masa pembinaan.





