Breaking News
Live Update Berita Terkini

Pengamat Nilai Investasi Jepang Dapat Percepat Pengembangan Transportasi Publik Jakarta

Rabu, 10 Jun 2026
Editor: Eky
Penulis: @ANT
Ilustrasi - Foto udara jembatan layang (skybridge) penghubung Stasiun MRT Asean dan Halte Transjakarta CSW di Jakarta. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa.)
Dengarkan dgn suara Siap
3.2K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Pengamat kebijakan publik Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah, menilai penjajakan peluang investasi dari Jepang untuk mendukung proyek-proyek transportasi strategis di DKI Jakarta merupakan langkah positif yang dapat mempercepat pengembangan transportasi publik di ibu kota.

Menurut Trubus, masuknya investasi asing pada sektor transportasi berpotensi meningkatkan kualitas layanan sekaligus mempercepat realisasi berbagai proyek yang dibutuhkan masyarakat.

“Ini merupakan peluang yang sangat baik untuk memperluas dan mempercepat pelayanan transportasi publik di Jakarta,” ujar Trubus saat dihubungi di Jakarta, Rabu (10/6).

Ia menekankan bahwa dukungan pemerintah pusat menjadi faktor penting agar penjajakan investasi tersebut dapat direalisasikan secara optimal. Selain itu, transparansi kepada publik juga diperlukan untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap skema kerja sama yang akan dijalankan.

“Jika investasi ini ingin diwujudkan, maka harus ada dukungan dari pemerintah pusat,” katanya.

Trubus menilai keterbukaan informasi terkait mekanisme investasi dan pelaksanaan proyek perlu dilakukan secara konsisten agar masyarakat dapat memahami manfaat serta dampak yang akan dihasilkan.

Selain mempercepat pembangunan infrastruktur transportasi, investasi Jepang juga dinilai berpotensi memberikan dampak ekonomi yang lebih luas, termasuk menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.

“Peluang ini dapat membuka lapangan pekerjaan dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar,” ujarnya.

Sebelumnya, Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang, Nurmala Kartini Pandjaitan Sjahrir, melakukan kunjungan kerja ke Jakarta untuk menjajaki peluang investasi Jepang pada sejumlah proyek strategis di ibu kota.

Penjajakan tersebut dilakukan melalui pertemuan dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung beserta jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pembahasan mencakup aspek teknis hingga peninjauan langsung ke sejumlah lokasi proyek yang berpotensi dikerjasamakan.

Hubungan kerja sama antara Jakarta dan Tokyo sendiri telah terjalin melalui program sister province sejak 1989. Kerja sama tersebut semakin kuat dengan kehadiran lebih dari 10 ribu warga Jepang yang bekerja di sekitar 1.500 perusahaan yang beroperasi di Jakarta.

No More Posts Available.

No more pages to load.