Breaking News
Live Update Berita Terkini

PHRI Dorong Wisatawan Nusantara Jadi Penopang Pariwisata Saat Rupiah Melemah

Rabu, 10 Jun 2026
Editor: Eky
Penulis: @ANT
Arsip foto - Sejumlah tamu menikmati pemandangan dari beranda kamar sebuah hotel berbintang di Bukittinggi, Sumatera Barat, Rabu (11/6/2025). (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/nym)
Dengarkan dgn suara Siap
1.8K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mendorong peningkatan pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) sebagai penopang utama sektor pariwisata nasional di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Sekretaris Jenderal PHRI, Maulana Yusran, mengatakan pengalaman selama pandemi COVID-19 menunjukkan bahwa wisatawan domestik memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan industri pariwisata dan perhotelan.

“Kita harus belajar dari masa pandemi COVID-19, ketika wisatawan nusantara menjadi penopang utama industri pariwisata dibandingkan wisatawan mancanegara. Apalagi dalam situasi seperti sekarang,” ujar Yusran saat dihubungi di Jakarta, Rabu (10/6).

Menurutnya, pelemahan rupiah memang dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan asing karena biaya perjalanan ke Indonesia menjadi relatif lebih murah. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke berbagai destinasi di Tanah Air.

Namun, Yusran menegaskan bahwa penguatan pasar wisata domestik tetap harus menjadi prioritas mengingat kontribusinya yang besar terhadap pergerakan sektor pariwisata nasional.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah perjalanan wisatawan nusantara pada April 2026 mencapai 97,55 juta perjalanan atau turun 24,14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain pelemahan rupiah, tingginya harga tiket perjalanan akibat kenaikan biaya operasional, termasuk avtur, turut memengaruhi minat masyarakat untuk bepergian ke luar daerah.

Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat lebih memilih berwisata dalam jarak dekat atau melakukan staycation dibandingkan melakukan perjalanan antardaerah. Faktor keterbatasan waktu cuti juga menjadi salah satu penyebab mobilitas wisatawan domestik belum merata ke berbagai destinasi.

Akibatnya, pergerakan wisatawan cenderung terkonsentrasi di destinasi populer seperti Pulau Jawa dan Bali.

PHRI berharap pemerintah dapat memperkuat daya beli masyarakat sehingga aktivitas wisata domestik meningkat dan manfaat ekonomi sektor pariwisata dapat dirasakan lebih luas oleh berbagai daerah.

Untuk mendukung peningkatan kunjungan wisatawan, pelaku industri perhotelan terus berkolaborasi dengan berbagai mitra dalam mempromosikan destinasi wisata melalui platform digital dan media sosial. Beragam program promosi serta paket liburan juga disiapkan guna menarik minat wisatawan untuk menginap dan berwisata di berbagai daerah.

Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, menyatakan Kementerian Pariwisata mendukung pelaksanaan program BINA Holiday & Back to School 2026 yang berlangsung pada 8 Juni hingga 12 Juli 2026.

Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan konsumsi masyarakat sekaligus mendukung target nasional sebanyak 1,176 miliar perjalanan wisatawan nusantara dan 16 hingga 17 juta kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang 2026.

No More Posts Available.

No more pages to load.