[TRENDING PUBLIK] : TERNYATA PASIEN KE 14 POSITIF CORONA DI GORONTALO BERASAL DARI MARISA POHUWATO

Minggu, 26 Apr 2020
Dr. Triyanto Jubir Covid-19 Provinsi Gorontalo.
Dengarkan dgn suara Siap
8.7K pembaca

Laporan : Tim JMSI Gorontalo, Editor : Mahmud Marhaba

GORONTALO [KP] – Mengejutkan, penyebaran virus Corona di Gorontalo semakin membahayakan. Ini terbukti dari jumlah penderita postif Covid-19 bertambah. Hal ini disampaikan Juru Bicara (Jubir) Tim Medis Gugus Tugas, dr. Triyanto S. Bialangi. Dirinya menegaskan jika hingga saat ini jumlah penderita Covid-19 di Gorontalo telah menjadi 14 orang. Ketambahan 2 pasien positif Covid-19 disampaikan  melalui Konferensi Pers yang diselenggarakan di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo,  Sabtu (25/04/2020).

Dalam kesempatan itu, Triyanto menegaskan jika pasien 13 berasal dari Kota Gorontalo, sementara pasien 14 berasal dari Kabupaten Pohuwato. Keduanya diumumkan positif setelah Tim Gugus Tugas menerima informasi dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Makassar.

Disampaian dr. Triyanto S. Bialangi  bahwa pasien 14, berasal dari Pohuwato merupakan anak dari salah seorang klaster Gowa dengan inisial SMM usia 26 tahun berdomisili di desa Marisa Utara Kecamatan Marisa Kabupaten Pohuwato.

“SMM sebelumnya di rujuk ke rumah sakit Aloei Saboe pada tanggal 15 April 2000 kemudian diambil seratnya pada tanggal 20 April dan tadi pada tanggal 25 April 2020 dinyatakan positif. SMM sementara dirawat di rumah sakit Aloei Saboe dan dalam keadaan yang baik,” ungkap Triyanto.

Dr. Triyanto berharap agar masyarakat tetap mematuhi himbauan pemerintah untuk tetap tinggal dirumah, berperilaku hidup sehat dengan mencuci tangan menggunakan sabun, hindari kontak kerumunan orang banyak.

“Penting untuk diwaspadai oleh masyarakat kita semua bahwa kita tidak tahu siapa yang orang tanpa gejala diantara kita, begitu terkontak dengan kita, kemudian kita tidak menjaga jarak, maka kita kemungkinan besar akan tertular orang yang bersangkutan. Kita melihat bahwa orang disekitar kita tidak ada gejala, namun karena daya tahan tubuhnya mungkin bagus, tetapi kita yang kebetulan daya tahan tubuh rendah atau kita punya penyakit komorbid atau penyakit penyerta, maka kita bisa saja menjadi lebih parah daripada orang yang tampak dengan kita,” ungkap Triyanto untuk mewanti-wanti dengan sangat.#[KP/GOL].

No More Posts Available.

No more pages to load.