Laporan : Tim Kabar Publik
Editor : Mahmud Marhaba
GORONTALO [KP] – Pemerintah Provinsi Gorontalo kecelongan. Pasalnya, pembagian Sembako untuk pengemudi Bentor yang dilakukan oleh Pemprov Gorontalo tepat berada di depan Rudis Gubernur Gorontalo dinilai tidak patuh terhadap instruksi Kapolri soal prosedur pencegahan penyebaran virus Corona di daerah ini.
Padahal, saat genting ini, penerapan darurat Pemerintah Pusat dan Daerah sedang gencar dilakukan guna memutus mata rantai penyebaran Virus Corona (Covid-19) di Indoensia dan Gorontalo pada khususnya. Terkesan, Selasa (07/04/2020) Pemerintah Provinsi Gorontalo tidak mematuhi arahan dan himbauan Pemerintah Pusat dan Kapolri sebagai mana yang tertera di Pasal 13 Ayat (9) tentang pelarangan kegiatan sosial dan budaya yang melibatkan banyak orang berkerumun.
Meski niatnya baik, yakni untuk membantu mereka yang terpapah virus Corona dengan membagikan bantuan sembako kepada ribuan masyarakat yang berprofesi sebagai pengemudi Bentor, namun hal ini justru menimbulkan kerumunan ditengah mewabahnya Covid-19 di depan rumah jabatan Gubernur Gorontalo.
Ketua KNPI Bone Pantai, Ramlan Daaliuwa, melalui releasenya mengatakan bantuan ini baik untuk masyarakat, tapi kita juga harus memperhatikan cara penyalurannya.

βSebenarnya bantuan sembako untuk masyarakat ini baik, tapi kita juga harus melihat kondisi darurat yang dihadapi saat ini, karena Pemerintah Pusat dan Polri telah mengeluarkan larangan membuat kegiatan yang menyebabkan kerumunan masyarakat agar bisa memutus mata rantai penyebaran Virus Corona seperti yang tertera pada Point 5 Pasal 13 Ayat (9),β ungkap Ramlan Daaliuwa.
Tidak ada larangan Pemerintah Pusat untuk memberikan bantuan kepada masyarakat ditengah mewabahnya Covid-19, kata Ramlan, namun jangan sampai dengan cara yang keliru dalam proses penyalurannya bisa membahayakan keselamatan orang banyak.
Diketahui, Pada Bulan Maret 2020 Kapolri meminta agar seluruh masyarakat tidak mengadakan kegiatan sosial kemasyarakatan yang menyebabkan berkumpulnya massa dalam jumlah banyak baik ditempat umum maupun di lingkungan sendiri.
Apabila ada keperluan mendesak dan tidak dapat dihindari yang melibatkan banyak massa, agar dilaksanakan sesuai dengan protokol pemerintah dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.
βPembagian sembako dengan cara mengumpulkan orang banyak yang menyebabkan kerumunan ribuan orang bukan langkah yang tepat disaat situasi darurat penyebaran virus Corona seperti ini,β tegas Ramlan Daaliuwa.
Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Protokoler Pemrov Gorontalo, Masran Rauf dan Jubir Gubernur ketika dimintai keterangannya melalui jaringan telepon dan juga melalui WhatsApp hingga berita ini diturunkan tidak memberikan keterangan apapun atau memberikan jawaban melalui pesan singkat kepada media kabarpublik.id.
Namun akhirnya, melalui media internal Pemrprov Gorontalo, pihak Pemprov pun meminta maaf atas insiden tersebut melalui website; humas.gorontalo.go.id tertanggal 7 April 2020.

βAtasnama Bapak Gubernur dan Pemerintah Provinsi Gorontalo kami mohon maaf apabila ada kecewaaan, karena memang tadi sudah tidak dapat kami kendalikan lagi. Banyak yang datang tanpa diundang. Ibu ibu, bapak bapak yang bukan tukang bentor. Bahkan ada bentor dari luar (bukan pangkalan) sudah pada datang,β ucap Kepala Biro Humas dan Protokol Masran Rauf yang dimuat pada media internal humas Pemprov, Selasa (07/04/2020).
Masih kata Karo Humas, Dijelaskan bahwa pembagian sembako sejatinya akan dilakukan oleh Gubernur Rusli di setiap pangkalan. Hasil koordinasi dengan Presiden Bentor bahwa di Kota Gorontalo ada 56 pangkalan. Sebanyak 1.520 paket sembako disiapkan dan diantar ke setiap pangkalan. Jalur distribusi juga sudah disiapkan oleh pemerintah provinsi. Mereka menunggu di tiap titik dengan memegang kupon. Belakangan rencana tersebut menjadi tidak terkendali. Baru di titik pertama pengemudi bentor sulit diatur untuk tetap jaga jarak. Alhasil pembagian dilakukan dengan cepat, sembako diletakkan di bentor dan pengemudi langsung kembali.
βSemua kami sudah atur protokolnya, termasuk titik lokasinya. Tapi tadi tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Jadi sekali lagi kami mohon maaf dan akan diperbaiki di kemudian hari. Di setiap kegiatan kami tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan virus corona,β imbuhnya.
Ramlan pun, melalui releasenya kepada media kabarpublik.id, menyatakan jika sebaiknya Pemprov meminta bantuan dalam penyalurannya kepada kepala Desa/ Lurah atau Tim yang sudah dibentuk dengan mengantarkan langsung ke pemerima bantuan.
βIni juga bukan merupakan kegiatan yang sangat mendesak untuk mengumpulkan orang banyak, Masih ada langkah atau cara yang lebih baik yang bisa dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam menyalurkan bantuan ditengah mewabahnya Virus Corona, contohnya bisa meminta bantuan kepala desa/kelurahan atau di bentuk tim penyalur bantuan yang akan mengantarkan bantuan secara langsung ke rumah-rumah penerima bantuan,β tutup Ramlan Daaliuwa.#[KP}







