JAKARTA (kabarpublik) – Lembaga pelatihan hipnoterapi Indonesian Hypnosis Centre (IHC) dipercaya Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah untuk membekali relawan psikososial bagi bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Direktur IHC, Avifi Arka PhD yang 17 tahun berpengalaman menangani ribuan kasus trauma, menjelaskan, IHC merupakan lembaga yang bergerak di bidang hipnosis, hipnoterapi, NLP, EFT, graphology, serta keilmuan mind technology lainnya
“Lembaga ini memiliki izin operasional resmi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Ketenagakerjaan, dan Kementerian Kesehatan serta telah terakreditasi,” katanya, di Jakarta.
Melalui rilis yang dikirim ke redaksi kabarpublik.id, Kamis (18/12/2025), Ketua Satgas Relawan KawanMu, M Arif An, menegaskan, urgensi program hipnoterapi terutama untuk mengantisipasi post-traumatic stress disorder (PTSD) pada relawan bencana yang bekerja di garda terdepan.
“Kami memilih IHC karena track record yang luar biasa, 15.000 alumni membuktikan metode mereka efektif dan terpercaya dalam menangani berbagai kasus trauma psikologis,” katanya.
Materi pembekalan yang diberikan kepada relawan kawanMu meliputi self-hypnosis untuk manajemen stres mandiri, emotional first aid untuk penanganan trauma akut, rapid trauma resolution untuk mempercepat pemulihan, dan peer support system untuk kesehatan mental berkelanjutan.
Ia juga menambahkan, saat ini MPKS PP Muhammadiyah menyiapkan 1.000 relawan untuk layanan psikososial di daerah terdampak bencana. Pemberangkatan tim relawan direncanakan mulai awal Januari 2026, seiring berakhirnya fase tanggap darurat dan memasuki masa rehabilitasi dan rekonstruksi, menyusul tim yang sudah lebih awal diterjunkan di Provinsi Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Pembekalan kali ini merupakan kolaborasi strategis dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Sosial. Program dibuka oleh Ketua MPKS PP Muhammadiyah, Mariman Darto.
Pembekalan Tahap I dilaksanakan pada Selasa–Kamis, 16–18 Desember 2025 di Jakarta, serta Jumat–Ahad, 19–21 Desember 2025 di Kota Malang, dengan total peserta sebanyak 300 relawan yang siap diterjunkan membantu masyarakat korban bencana.





