BONE BOLANGO (kabarpublik.id) – Pemerintah Kabupaten Bone Bolango terus memperkuat tata kelola pembangunan daerah melalui penguatan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) guna memastikan setiap program berjalan efektif, terarah, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Pembinaan dan Penguatan SPIP yang digelar di Aula Bappeda-Litbang Bone Bolango, Jumat (6/3/26).
Kepala Bappeda-Litbang Kabupaten Bone Bolango, Sri Mulyani Lalijo, dalam laporannya menyampaikan bahwa pemahaman para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terhadap peran dan fungsi SPIP sejauh ini sudah cukup baik. Meski demikian, penguatan secara teknis tetap diperlukan agar implementasi sistem tersebut semakin optimal.
Menurut Sri Mulyani, kolaborasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bertujuan untuk memperkuat kualitas pendokumentasian SPIP agar lebih sistematis dan komprehensif.
“Kami ingin memastikan dokumen SPIP tersusun dengan baik dan mampu menjawab berbagai tantangan yang mungkin muncul dalam pelaksanaan program pembangunan. Ini merupakan sistem pengendalian agar setiap program tidak keluar dari jalur yang telah direncanakan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa penerapan SPIP bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi menjadi instrumen penting dalam menganalisis berbagai risiko yang mungkin muncul dari setiap kebijakan pembangunan, baik risiko positif maupun negatif. Oleh karena itu, potensi hambatan harus dapat diidentifikasi sejak tahap perencanaan.
Dalam kegiatan penguatan ini, terdapat sejumlah fokus utama yang ditekankan kepada seluruh perangkat daerah. Pertama, memastikan seluruh program kerja perangkat daerah selaras dengan arah kebijakan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Kedua, meningkatkan kemampuan dalam mendeteksi serta memitigasi berbagai risiko pembangunan sejak dini, sehingga langkah antisipatif dapat segera disiapkan.
Ketiga, mendorong efisiensi penggunaan anggaran dengan menghindari perluasan program yang tidak relevan, sehingga alokasi anggaran benar-benar dimanfaatkan secara efektif.
Melalui penguatan SPIP ini, Pemerintah Kabupaten Bone Bolango berharap setiap program pembangunan dapat berjalan lebih terarah, terukur, serta berorientasi pada hasil nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Harapan saya, kita mampu meminimalisir risiko dalam pembangunan daerah. Dengan perencanaan yang matang serta mitigasi yang kuat, pelaksanaan program akan benar-benar fokus pada tujuan utama, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutup Sri Mulyani.
Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pimpinan perangkat daerah bersama tim teknis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bone Bolango. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah konkret dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.





