Breaking News
Live Update Berita Terkini

Pemerintah Optimistis Ekonomi 2026 Tumbuh 5,4 Persen, Menuju Indonesia Emas

Sabtu, 14 Feb 2026
Editor: Eky
Foto: Presiden Prabowo Subianto dalam Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Jumat (13/2). (Sumber: kemenkeu.go.id)
Dengarkan dgn suara Siap
35.8K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Pemerintah menyatakan optimisme terhadap prospek perekonomian nasional pada 2026 seiring membaiknya sejumlah indikator ekonomi dan sosial. Keyakinan tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Jumat (13/2).

Presiden menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga dan mengelola kekayaan negara serta sumber daya alam agar dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat. Menurutnya, arah kebijakan ekonomi dan fiskal difokuskan pada penguatan fondasi pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Saya percaya ekonomi kita akan sangat baik tahun ini, selama kita konsisten menjaga dan mengelola sumber daya untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia,” ujar Presiden.

Ia juga mengungkapkan laporan dari sejumlah kepala daerah yang menunjukkan penurunan angka kemiskinan dan pengangguran terbuka, serta peningkatan jumlah penduduk bekerja. Rasio gini pun disebut dalam tren menurun.

Presiden menambahkan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut mendorong peningkatan konsumsi rumah tangga dan menggerakkan ekonomi hingga ke tingkat desa dan kecamatan.

Senada dengan itu, Menkeu Purbaya menyebut perbaikan indikator ekonomi memperkuat keyakinan bahwa Indonesia berada di jalur pertumbuhan yang positif. Dalam APBN 2026, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen dan berupaya mendorongnya mendekati 6 persen.

“Kita ingin menjaga momentum ini agar ekonomi terus bergerak menuju Indonesia Emas,” ujarnya.

Berdasarkan indikator Leading Economic Index/Coincident Economic Index (LEI/CEI), pemerintah memperkirakan Indonesia memasuki fase ekspansi jangka menengah. Setelah resesi akibat pandemi Covid-19, tren ekspansi diproyeksikan dapat berlangsung hingga 2033 apabila kebijakan fiskal dan reformasi struktural dijalankan secara konsisten.

Pemerintah menilai stabilitas fiskal, peningkatan konsumsi domestik, serta penguatan sektor produktif menjadi kunci menjaga pertumbuhan ekonomi nasional dalam jangka panjang.

No More Posts Available.

No more pages to load.