Laporan : Rifaldy Happy (JMSI), Editor : Mahmud Marhaba
KOTA GORONTALO [KP] – Menyikapi banjir yang sering terjadi di Kota Gorontalo, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklam (LPBI) Nahdatul Ulama (NU) Wilayah Gorontalo bersama GUSDURian Peduli menggelar pelatihan manajememen bencana.
Kegiatan tersebut dilaksanakan, Minggu (12/07/2020), bertempat di Posko Masyarakat Sipil (OMS), Kelurahan Limba U I, Kecamatan Kota Selatan.
Ketua LPBI NU Gorontalo Hendrik Yasin mengatakan, kegiatan itu, diselenggarakan dalam rangka meminimalisir resiko banjir. “Kita tidak menanggulangi bencana, tetapi meminimalisir resiko yang tentunya itu dengan aksi-aksi nyata,” tutur Hendrik saat diwawancarai awak media.
Menurutnya, dengan keadaan dan kondisi Kota Gorontalo yang hampir dalam sebulan sudah dua kali mengalami bencana, maka perlu adanya pembekalan penanganan bencana bagi masyarakat khususnya pemuda.
“Harapannya kegiatan ini menjadi bekal untuk para peserta yang nanti bertugas sebagai relawan dan kiranya dapat menularkan ilmu yang didapat untuk masyarakat yang lain,” ujar Hendrik
Kata Hendrik, suksesnya kegiatan ini tidak terlepas dari bantuan GUSDURian peduli dan rekan-rekan posko OMS. “Tidak berhenti disini. Saat ini kami masih menunggu informasi dari rekan-rekan NU khususnya LPBI untuk menentukan daerah pelaksanaan pelatihan berikutnya,” katanya.
Di tempat yang sama, Muhammad Djufri Hard berharap, penguatan kapasitas ini, dapat dipergunakan untuk kepentingan masyarakat banyak.
“Harapannya setelah mereka punya kapasitas, mereka kembangkan lagi dan akhirnya bisa menjadi bagian dari relawan kebencanaan yang bisa membantu masyarakat dan Pemerintah Gorontalo ketika terjadi bencana,” ujar Djufri selaku Narasumber dalam kegiatan tersebut.#[KP]







