Dikutip dari laman resmi BMKG di Jakarta, prakirawan Miftah Ali menerangkan secara umum daerah konvergensi memanjang di pesisir barat Sumatera Utara, Riau, Samudra Hindia Selatan, Jawa Timur, Laut Sawu, Serawak, Kalimantan Selatan hingga Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara hingga Sabah, Laut Sulu, Selat Makassar, dari Sulawesi Tenggara hingga Sulawesi Selatan, Papua serta perairan barat dan selatan Papua Selatan.
Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah yang dilewati konvergensi atau konfluensi.
Oleh karena itu, pihaknya memprakirakan sejumlah kota besar akan mengalami hujan ringan pada hari ini, yaitu wilayah Medan, Padang, Tanjung Selor, Ambon, dan Jayapura.
Adapun kota besar lainnya diprakirakan hanya akan mengalami kondisi berawan pada hari ini, yakni wilayah Banda Aceh, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Jambi, Bengkulu, Pangkal Pinang, Serang, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Samarinda, Banjarmasin, Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, Mamuju, Gorontalo, Kendari, Manado, Ternate, Manokwari, Nabire, dan Merauke.
Sebelumnya pada Selasa (11/8), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut fenomena El Nino berstatus kuat menyebabkan kondisi Sumatera Selatan (Sumsel) semakin kering dan diperkirakan berlangsung hingga puncak musim kemarau pada Agustus-September 2026.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis di Palembang, Selasa, mengatakan kondisi iklim saat ini turut dipengaruhi fenomena El Nino yang berpotensi berkembang menjadi sangat kuat.
Selain El Nino, lanjutnya, fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) juga mulai menguat dan turut mempengaruhi kondisi cuaca di Sumsel. Fenomena tersebut menyebabkan pasokan hujan ke wilayah Sumatera berkurang sehingga kondisi kering semakin terasa sejak Juni, Juli hingga awal Agustus. (ant)





