Kemenag Salurkan Rp19,3 Miliar untuk Pemulihan Fasilitas Keagamaan dan Pendidikan di Aceh

Senin, 16 Feb 2026
Menteri Agama Nasaruddin Umar ketika berkunjung ke Pesantren Najmul Hidayah, Bireuen, Desember lalu. (Sumber: kemenag.go.id)
Dengarkan dgn suara Siap
36.8K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Kementerian Agama Republik Indonesia menyalurkan bantuan penanganan bencana sebesar Rp19,3 miliar untuk mendukung pemulihan fasilitas keagamaan dan pendidikan terdampak bencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh.

Bantuan tersebut dikelola melalui Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh berdasarkan hasil pendataan dan analisis JITUPASNA (Pengkajian Kebutuhan Pascabencana).

Ketua Tim Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi 2025 Kanwil Kemenag Aceh, Khairul Azhar, mengatakan dari total anggaran, Rp4,42 miliar dikelola langsung oleh Kanwil Kemenag Aceh. Dana ini digunakan untuk pengadaan logistik, alat kebersihan, operasional relawan, perangkat internet satelit Starlink, serta bantuan bagi mahasiswa terdampak.

Sementara itu, Rp14,9 miliar disalurkan langsung oleh Kementerian Agama ke rekening 131 madrasah swasta dan 18 pondok pesantren, masing-masing menerima Rp100 juta per lembaga.

Khairul merinci, Rp1,3 miliar dialokasikan untuk kantor Kemenag kabupaten/kota terdampak guna mendukung kebutuhan darurat seperti logistik, pembersihan, dan operasional lapangan. Selain itu, Rp244,5 juta untuk bantuan kebutuhan pokok korban, Rp71 juta untuk pengadaan laptop, printer, serta perangkat komunikasi dan internet satelit, Rp172,3 juta untuk operasional relawan dan posko, serta Rp15,8 juta untuk distribusi bantuan.

Kemenag juga menyalurkan bantuan sosial kepada 11.772 mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri dan Swasta. Total Rp2,35 miliar disalurkan melalui Rekening Islamic Trust Fund Infag, dengan nilai Rp200 ribu per mahasiswa.

Selain bantuan tunai, Kanwil Kemenag Aceh mendistribusikan bantuan barang ke 169 madrasah negeri dan 5.000 Al-Qur’an ke sejumlah kabupaten/kota. Bantuan tersebut meliputi tenda darurat, genset, pompa air, peralatan kebersihan, meja, kursi, hingga laptop.

Data Kemenag mencatat sebanyak 1.842 fasilitas terdampak bencana di Aceh, terdiri dari 472 madrasah, 391 pondok pesantren/dayah, 896 rumah ibadah lintas agama, 79 Kantor Urusan Agama, serta empat kantor Kemenag kabupaten/kota. Kabupaten Aceh Utara menjadi wilayah dengan kerusakan terbanyak, disusul Aceh Tamiang dan daerah lainnya.

Saat ini, Rp255 juta masih tersimpan di rekening Tanggap Bencana dan akan digunakan untuk mendukung kebutuhan pemulihan lanjutan yang belum terakomodasi.

No More Posts Available.

No more pages to load.