Breaking News
Live Update Berita Terkini

Kelurahan Cawang Optimalkan Pengolahan Sampah Organik untuk Kurangi Beban TPST Bantar Gebang

Sabtu, 6 Jun 2026
Editor: Eky
Kelurahan Cawang, Jakarta Timur, mengolah sampah organik menjadi kompos dan eco-enzyme sebagai upaya mengurangi volume sampah ke TPST Bantar Gebang sekaligus mendorong pengelolaan sampah berbasis sumber. (Pemkot Jaktim)
Dengarkan dgn suara Siap
2.5K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Kelurahan Cawang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, terus memperkuat pengelolaan sampah berbasis sumber dengan mengoptimalkan pengolahan sampah organik di lingkungan kantor kelurahan. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi volume sampah yang dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang.

Program tersebut merupakan tindak lanjut dari Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang pemilahan dan pengolahan sampah dari sumbernya. Dalam pelaksanaannya, petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) mengolah sampah organik berupa daun kering menjadi pupuk kompos.

Lurah Cawang, Gia Junian Putranto, mengatakan bahan baku kompos berasal dari daun kering hasil penyapuan dan pembersihan wilayah yang dilakukan petugas PPSU, termasuk sampah organik yang berasal dari lingkungan masyarakat.

“Kami mengolah sampah organik seperti daun kering yang dikumpulkan petugas PPSU menjadi pupuk kompos. Sampah tersebut juga berasal dari lingkungan warga Kelurahan Cawang,” ujar Gia, Kamis (5/6/2026).

Selain mengelola sampah organik, Kelurahan Cawang juga menerapkan pemilahan sampah anorganik di lingkungan perkantoran. Berbagai jenis limbah kemasan dipisahkan untuk didaur ulang atau dimanfaatkan kembali sehingga tidak langsung menjadi sampah.

Pihak kelurahan juga mengembangkan pembuatan eco-enzyme dari sisa buah dan sayuran. Produk hasil pengolahan tersebut dimanfaatkan untuk kebutuhan operasional dan pemeliharaan lingkungan kantor kelurahan.

“Kami juga membuat eco-enzyme dari sisa buah dan sayuran. Seluruh hasil pengolahan sampah tersebut digunakan untuk mendukung kebutuhan di lingkungan Kantor Kelurahan Cawang,” katanya.

Menurut Gia, program ini tidak hanya bertujuan mengurangi timbulan sampah, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat agar terbiasa memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah.

Untuk mendukung program tersebut, Kelurahan Cawang telah melakukan sosialisasi kepada seluruh Rukun Warga (RW) mengenai pentingnya pemilahan sampah dan pengelolaan sampah berbasis sumber.

“Kegiatan ini kami jadikan contoh bagi masyarakat. Perubahan harus dimulai dari lingkungan kantor kelurahan. Kami juga telah menyosialisasikan pemilahan sampah kepada seluruh RW di Kelurahan Cawang,” ungkapnya.

Pelaksanaan program melibatkan petugas PPSU, aparatur sipil negara (ASN), serta masyarakat. ASN turut melakukan pemantauan untuk memastikan pengelolaan sampah berjalan efektif dan berkelanjutan.

Gia berharap program serupa dapat diterapkan di seluruh RW di wilayah Cawang sehingga mampu menekan volume sampah yang dibuang ke TPST sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat melalui pemanfaatan sampah organik dan anorganik.

“Jika program ini diterapkan secara luas di tingkat RW, volume sampah dapat berkurang secara signifikan. Selain itu, pengelolaan sampah juga berpotensi memberikan nilai tambah ekonomi bagi warga,” tutupnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.