Breaking News
Live Update Berita Terkini

Kemenpar: AI Permudah Wisatawan Merencanakan Perjalanan dan Temukan Destinasi Favorit

Sabtu, 6 Jun 2026
Editor: Eky
Penulis: @ANT
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini menjelaskan tujuan dari dibuatnya MaiA dalam temu media di Jakarta, Jumat (5/6/2026). ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti
Dengarkan dgn suara Siap
2.4K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menilai teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin berperan penting dalam membantu wisatawan merencanakan perjalanan yang lebih mudah, personal, dan sesuai kebutuhan.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, mengatakan tren wisata saat ini menunjukkan bahwa wisatawan lebih menyukai perjalanan yang fleksibel dan bermakna. Namun, banyaknya pilihan destinasi dan aktivitas sering kali membuat wisatawan kesulitan menentukan rencana perjalanan yang tepat.

“Wisatawan kini memanfaatkan AI untuk mencari informasi berdasarkan minat dan preferensi mereka. Teknologi ini membantu menemukan destinasi yang sesuai dengan kebutuhan secara lebih cepat dan akurat,” ujar Made dalam temu media di Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Menurutnya, AI mampu menganalisis kebiasaan dan preferensi pengguna berdasarkan riwayat pencarian maupun aktivitas sebelumnya. Dengan kemampuan tersebut, sistem dapat memberikan rekomendasi yang lebih personal, termasuk pilihan destinasi, akomodasi, hingga kuliner yang sesuai dengan karakter wisatawan.

Made mencontohkan, dalam industri perhotelan, teknologi AI dapat mengenali kebiasaan tamu berdasarkan data kunjungan sebelumnya. Dengan begitu, layanan yang diberikan menjadi lebih relevan dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing tamu.

Selain meningkatkan pengalaman wisatawan, AI juga berpotensi membantu mengurangi risiko over tourism atau penumpukan pengunjung di destinasi tertentu. Teknologi ini dapat memberikan rekomendasi rute alternatif, waktu kunjungan yang lebih ideal, serta informasi destinasi lain yang belum terlalu padat.

“AI juga dapat membantu wisatawan menghindari kepadatan di lokasi wisata tertentu sehingga pengalaman berwisata menjadi lebih nyaman,” katanya.

Dari sisi pemerintah, pemanfaatan AI dinilai mampu membantu memetakan tren pariwisata secara lebih akurat. Data yang diperoleh dapat digunakan untuk mengetahui destinasi yang sedang diminati, jenis wisata yang populer, hingga kuliner yang banyak dicari wisatawan.

Informasi tersebut menjadi bahan penting dalam penyusunan strategi promosi dan pengembangan destinasi wisata di masa mendatang.

Sebagai bagian dari transformasi digital sektor pariwisata, Kementerian Pariwisata telah meluncurkan Meticulous Artificial Intelligence of Indonesia (MaiA). Platform berbasis AI ini dirancang untuk meningkatkan kualitas layanan pariwisata nasional melalui teknologi yang adaptif dan berorientasi pada kebutuhan wisatawan.

MaiA dapat diakses melalui portal indonesia.travel dan menjadi salah satu implementasi program Tourism 5.0 yang mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas jangkauan promosi pariwisata Indonesia.

Menurut Made, kehadiran MaiA diharapkan mampu mengubah indonesia.travel menjadi pusat layanan perjalanan terpadu yang berfungsi sebagai asisten wisata digital bagi para pelancong.

“Dengan dukungan teknologi AI, indonesia.travel dapat berkembang menjadi one-stop travel solution yang menghadirkan layanan perjalanan yang personal, responsif, dan praktis,” ujarnya.

MaiA dirancang untuk mendampingi wisatawan dalam seluruh tahapan perjalanan, mulai dari mencari inspirasi destinasi, menyusun rencana perjalanan, melakukan pemesanan, menikmati pengalaman wisata, hingga membagikan pengalaman setelah perjalanan selesai.

No More Posts Available.

No more pages to load.