Kadis P2PA dr. Yana Yanti Suleman Sebut PUG di Gorontalo Mengalami Kemajuan

BERITA, DAERAH, GORONTALO98 Dilihat

Laporan : Ifan Saluki
Editor : YR

GORONTALO [kabarpublik.id] – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2PA) Provinsi Gorontalo, dr. Yana Yanti Suleman, memaparkan berbagai pencapaian pengarusutamaan gender (PUG) di Provinsi Gorontalo.

Dalam paparannya, dr. Yana menyampaikan bahwa partisipasi perempuan dalam politik di Provinsi Gorontalo menunjukkan peningkatan signifikan.

Pada periode 2019, keterlibatan perempuan di parlemen Provinsi Gorontalo mencapai 26,67 persen, jauh di atas rata-rata nasional yang sebesar 21,89 persen.

Sementara itu, di tingkat kabupaten/kota, yakni Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo Utara, dan Kabupaten Boalemo masing-masing mencatat partisipasi perempuan sebesar 24 persen.

Namun, untuk tiga kabupaten lainnya masih di bawah rata-rata nasional, yaitu Kabupaten Gorontalo dengan 17,14 persen, Kabupaten Pohuwato dengan 20 persen, dan Kabupaten Bone Bolango dengan 4,17 persen.

“Untuk periode 2024, DPRD Provinsi menurut putusan MK masih akan melaksanakan pemilihan ulang di beberapa daerah karena tidak ada perwakilan dari perempuan,” papar dr. Yana, dalam rapat yang digelar di Hotel Grand Q Kota Gorontalo, Kamis (13/06/2024).

Lebih lanjut, dr. Yana juga menyoroti pentingnya pengarusutamaan gender dalam pembentukan kebijakan.

“Kami telah mengimplementasikan kebijakan yang responsif gender di berbagai sektor. Tim atau kelompok kerja khusus telah dibentuk untuk memastikan bahwa perspektif gender terintegrasi dalam proses legislasi dan kebijakan daerah,” tambahnya.

Di bidang hukum sendiri, lanjut dr. Yana, Dinas P2PA Provinsi Gorontalo telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai hak-hak perempuan.

“Melalui program edukasi dan sosialisasi, kami berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesetaraan gender dan hak-hak perempuan. Kami juga menyediakan bantuan hukum bagi perempuan yang mengalami diskriminasi atau kekerasan berbasis gender,” jelas dr. Yana.

dr. Yana juga menyebutkan beberapa langkah konkret yang telah diambil, diantaranya penyusunan rancangan Peraturan Gubernur tentang pelayanan terpadu perlindungan perempuan dan anak dari tindak kekerasan, serta rancangan Peraturan Gubernur tentang UPTD PPA.

Selain itu, pendirian rumah perlindungan untuk korban kekerasan perempuan dan anak serta peningkatan jumlah desa ramah perempuan dan peduli anak (DRPPA), yang kini mencapai 198 desa, juga telah dilakukan.

“Pembuatan SOP/SPM dan alur penanganan kasus KDRT, KTA, dan TPPO, serta MoU/PKS antar lembaga untuk memperkuat tugas jejaring Brimob Simako, juga telah dilaksanakan,” ujarnya.

dr. Yana mengatakan bahwa pencapaian ini tidak terlepas dari kerjasama dengan berbagai pihak. Dinas P2PA Provinsi Gorontalo aktif menjalin kerjasama dengan organisasi non-pemerintah, akademisi, dan masyarakat sipil untuk mendukung dan mempercepat implementasi PUG.

Kolaborasi dengan instansi pemerintah lainnya juga terus diperkuat untuk memastikan semua kebijakan dan program daerah mempertimbangkan perspektif gender.

“Kami berkomitmen untuk terus mendorong pengarusutamaan gender di Provinsi Gorontalo. Langkah-langkah ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi perempuan dan menciptakan lingkungan yang lebih adil dan inklusif bagi semua,” pungkas dr. Yana Yanti Suleman.

Rapat tersebut turut dihadiri oleh Anggota DPR RI Idah Syahidah Rusli Habibie, Asdep PUG Bidang Politik dan Hukum Dr. Lip Ilham Firman, Akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UNG Nur Istiyan Harun, LKS Ummu Syahidah, KPPG, BKOW, PKK Provinsi, PW AISYIYAH, PD ALBIDAYAH, GOW Kota Gorontalo, Ketua Laskar Merah Putih, Fatayat NU, IWAPI, HWR, para pelaku UMKM, dan Disabilitas.

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Komentar