Breaking News
Live Update Berita Terkini

Investasi di Lebak Capai Rp580 Miliar, Serap 2.856 Tenaga Kerja Lokal

Jumat, 15 Mei 2026
Editor: Eky
Penulis: @ANT
Ilustrasi - Pekerja mengoperasikan alat berat menyelesaikan pembangunan jalan tol di ruas tol Serang- Panimbang seksi II, Lebak, Banten, Senin (23/2/2026). PT Wijaya Karya (Wika) Serang Panimbang mengoperasikan secara fungsional dan gratis ruas tol sepanjang Rangkasbitung hingga Cileles tersebut pada masa mudik dan arus balik Idul Fitri 1447 Hijriah mulai 12 Maret hingga 26 Maret 2026 (H-7 hingga H+7) pada pukul 08.00 - 18.00 WIB guna mengurangi kepadatan lalu lintas serta mempermudah akses wisatawan menuju destinasi wisata di wilayah Banten. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/YU
Dengarkan dgn suara Siap
7.2K pembaca

LEBAK (kabarpublik.id) – Sebanyak 212 perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) menanamkan investasi di Kabupaten Lebak, Banten, sepanjang triwulan I 2026. Investasi tersebut berhasil menyerap 2.856 tenaga kerja lokal.

Analis Kebijakan Madya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lebak, Robertus Erwin, mengatakan total investasi pada periode Januari–Maret 2026 mencapai Rp580 miliar dari 664 proyek yang tercatat dalam Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM).

“Realisasi investasi triwulan I 2026 mencapai Rp580 miliar atau 206 persen dari target Rp282 miliar,” kata Robertus di Lebak, Jumat (15/5).

Menurut dia, investasi terbesar berasal dari sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi dengan nilai mencapai Rp155 miliar. Selanjutnya sektor gas, listrik, dan air sebesar Rp126 miliar.

Kemudian sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran sebesar Rp98 miliar, sektor hotel dan restoran Rp55 miliar, serta industri logam dasar dan peralatan senilai Rp29 miliar.

Sementara itu, investasi PMA terbesar berasal dari Singapura sebesar Rp65 miliar, disusul Tiongkok Rp30 miliar, Amerika Serikat Rp26 miliar, Korea Selatan Rp7 miliar, serta Malaysia dan Inggris masing-masing Rp5 miliar.

Robertus berharap semakin banyak investor PMDN maupun PMA yang menanamkan modal di Kabupaten Lebak guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan pengurangan kemiskinan ekstrem.

“Kami berharap investasi terus meningkat sehingga dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi dan penghapusan kemiskinan ekstrem sesuai Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Lebak, lanjut dia, juga berkomitmen menjadikan daerah tersebut sebagai tujuan investasi dengan memperkuat promosi potensi daerah ke berbagai wilayah.

Kabupaten Lebak dinilai memiliki potensi sumber daya alam yang besar, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, perikanan, kehutanan, peternakan, hingga pertambangan.

Selain itu, pemerintah daerah telah menyiapkan kawasan industri seluas 10 ribu hektare yang tersebar di 13 kecamatan dan terhubung dengan Jalan Tol Rangkasbitung–Serang.

No More Posts Available.

No more pages to load.