LEBAK (kabarpublik.id) – Sebanyak 60 desa di Kabupaten Lebak, Banten, mengembangkan budi daya ikan air tawar melalui program tematik berbasis teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS). Produksi ikan lele dan nila dari program tersebut diproyeksikan menjadi salah satu pemasok kebutuhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lebak, Winda Triana, mengatakan program tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat desa.
“Kami berharap pembudi daya ikan dengan sistem RAS dapat menumbuhkan ekonomi masyarakat desa,” kata Winda di Lebak, Minggu (26/7).
Pemerintah Kabupaten Lebak terus memberikan pembinaan dan bimbingan teknis kepada para pembudi daya agar hasil produksi memenuhi kebutuhan SPPG.
Dalam program ini, setiap desa mengelola 20 kolam budi daya dengan target produksi mencapai 10 ton ikan setiap masa panen. Dengan asumsi harga jual Rp20 ribu per kilogram, nilai produksi diperkirakan mencapai sekitar Rp200 juta per siklus panen.
Seluruh hasil panen nantinya akan dikelola melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebelum didistribusikan ke sejumlah dapur SPPG sebagai bagian dari pelaksanaan Program MBG.
Menurut Winda, ikan menjadi salah satu sumber pangan bergizi karena kaya akan protein, omega-3, serta nutrisi penting yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
Ia menjelaskan, teknologi RAS merupakan sistem budi daya ikan intensif yang memanfaatkan sirkulasi ulang air sehingga penggunaan air menjadi lebih efisien. Sistem ini dilengkapi filter fisik dan biologis, sinar ultraviolet, serta generator oksigen untuk menjaga kualitas air tetap stabil.
Selain menghemat penggunaan air, teknologi tersebut juga mampu meningkatkan tingkat kelangsungan hidup ikan sehingga produktivitas budi daya menjadi lebih optimal.
Dalam pelaksanaannya, program tematik ini membudidayakan ikan lele dengan masa panen sekitar 40 hari, sedangkan ikan nila dapat dipanen dalam waktu sekitar tiga bulan.





