News Update
Live Update Berita Terkini

Imigrasi Jakarta Timur Perkuat Pelayanan, PASPORIA Buka 70 Kuota Paspor

Jumat, 2 Okt 2026
Editor: Eky
Dengarkan dgn suara Siap
22.7K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Timur terus melakukan pembenahan pelayanan dan menghadirkan inovasi untuk memudahkan masyarakat mengakses layanan keimigrasian.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Timur, Pungki Handoyo, mengatakan peningkatan kualitas pelayanan merupakan proses yang harus dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya ketika muncul persoalan.

Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026

Keterangan foto: Poster peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober.

Menurut Pungki, evaluasi dan inovasi diperlukan untuk menyesuaikan pelayanan dengan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

“Ini bagian dari komitmen kami untuk terus melakukan pembenahan. Bukan karena ada persoalan saja, tetapi memang pelayanan harus terus dievaluasi dan ditingkatkan,” ujar Pungki, Jumat (2/10/2026).

Salah satu inovasi yang disiapkan adalah PASPORIA atau Paspor Ceria. Program tersebut akan digelar pada Minggu (4/10/2026) di Wisma KEIAI, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, bertepatan dengan kegiatan Car Free Day.

Pelayanan PASPORIA dimulai pukul 06.00 WIB dengan menyediakan 70 kuota. Sebanyak 60 kuota diperuntukkan bagi pemohon yang mendaftar melalui aplikasi M-Paspor, sedangkan 10 kuota lainnya disediakan untuk pemohon secara walk-in.

Layanan tersebut meliputi pembuatan paspor baru serta penggantian paspor yang masa berlakunya telah habis atau halaman paspornya telah penuh.

Sementara itu, penggantian paspor karena hilang, rusak, atau perubahan data tidak termasuk dalam layanan PASPORIA.

Melalui layanan di ruang publik tersebut, masyarakat memiliki alternatif untuk mengurus paspor di luar kantor Imigrasi Jakarta Timur pada hari kerja.

Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Timur berlokasi di Jalan Bekasi Timur Raya Nomor 169, Kelurahan Cipinang Besar Utara, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.

Tanggapan soal Pemberitaan Dugaan Pungli

Selain menjelaskan inovasi pelayanan, Pungki menanggapi pemberitaan sebuah media mingguan di Ibu Kota yang memuat dugaan praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan Imigrasi Jakarta Timur.

Pungki menyayangkan pemberitaan tersebut apabila informasi mengenai dugaan pungli tidak terlebih dahulu dikonfirmasikan kepada pihak Imigrasi Jakarta Timur.

Ia mengatakan pihaknya terbuka memberikan penjelasan apabila terdapat informasi atau dugaan pelanggaran yang berkaitan dengan pelayanan keimigrasian.

“Kami tentu sangat menyayangkan apabila ada pemberitaan mengenai dugaan pungutan liar, tetapi pihak kami tidak terlebih dahulu dimintai klarifikasi atau konfirmasi,” kata Pungki.

Menurut Pungki, kritik dan pengawasan dari masyarakat maupun media tetap diperlukan sebagai bagian dari evaluasi pelayanan publik. Namun, ia berharap informasi mengenai institusinya dikonfirmasi terlebih dahulu agar pemberitaan dapat memuat keterangan dari pihak-pihak terkait.

“Kalau memang ada informasi atau temuan, silakan konfirmasi kepada kami. Kami siap memberikan penjelasan sesuai fakta dan data yang ada,” ujarnya.

Tekankan Konfirmasi dan Keberimbangan

Pungki juga menekankan pentingnya komunikasi antara media dan institusi pemerintah dalam proses peliputan.

Menurut dia, konfirmasi dan keberimbangan diperlukan agar masyarakat memperoleh informasi secara utuh dan tidak terjadi kesalahpahaman terhadap suatu persoalan.

Ia mengajak semua pihak mengedepankan prinsip tabayun, yakni mencari kejelasan dan melakukan klarifikasi sebelum mengambil kesimpulan atau menyampaikan informasi kepada publik.

“Kami terbuka terhadap kritik. Kami juga siap dikonfirmasi kapan pun berkaitan dengan pelayanan kami. Harapannya, semua bisa dilakukan dengan komunikasi yang baik dan mengedepankan tabayun,” tuturnya.

Pungki memastikan pembenahan pelayanan di Imigrasi Jakarta Timur akan terus dilakukan. Program PASPORIA menjadi salah satu upaya untuk mendekatkan layanan paspor kepada masyarakat.

Ia berharap inovasi pelayanan, keterbukaan terhadap kritik, serta komunikasi dengan masyarakat dan insan pers dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan keimigrasian.

“Yang paling utama adalah bagaimana masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik. Kami akan terus berbenah dan terbuka terhadap masukan,” pungkas Pungki.

No More Posts Available.

No more pages to load.