JAKARTA (kabarpublik.id) – PT Hutama Karya (Persero) meningkatkan langkah pencegahan kecelakaan lalu lintas di seluruh ruas tol yang dikelolanya, termasuk Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan pengawasan, edukasi pengemudi, peningkatan fasilitas keselamatan, dan kesiapsiagaan petugas di lapangan.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Hutama Karya untuk menekan risiko kecelakaan sekaligus meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan tol.
Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, mengatakan keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas perusahaan. Namun, keberhasilan pencegahan kecelakaan juga membutuhkan kedisiplinan pengemudi.
“Keselamatan pengguna jalan selalu menjadi prioritas utama kami. Berbagai fasilitas keselamatan dan kesiapsiagaan petugas terus kami tingkatkan, namun kami juga ingin mengingatkan bahwa setiap pengemudi memiliki peran penting dalam menjaga keselamatan dirinya dan pengguna jalan lainnya,” ujar Iwan dalam keterangannya.
Menurutnya, evaluasi terhadap sejumlah kecelakaan menunjukkan adanya berbagai faktor yang memengaruhi keselamatan perjalanan. Faktor tersebut meliputi kondisi fisik pengemudi, konsentrasi, jarak antarkendaraan, kelayakan kendaraan, hingga kondisi lingkungan jalan.
Karena itu, Hutama Karya terus memperluas edukasi keselamatan melalui kampanye SETUJU atau Selamat Sampai Tujuan yang disampaikan melalui media sosial, media konvensional, dan sarana informasi di sepanjang jalan tol.
Cegah Microsleep, Hutama Karya Gelar Operasi Keselamatan
Salah satu langkah pencegahan yang dilakukan Hutama Karya adalah menggelar Operasi Microsleep dan Operasi Simpatik secara berkala di sejumlah ruas tol.
Dalam kegiatan tersebut, petugas memeriksa kondisi pengemudi yang menunjukkan tanda-tanda kelelahan atau mengantuk. Pemeriksaan kesehatan sederhana juga dilakukan untuk memastikan pengemudi dalam kondisi layak melanjutkan perjalanan.
Petugas turut membagikan kopi dan makanan ringan. Pengemudi yang mengalami kelelahan diminta beristirahat terlebih dahulu sebelum kembali berkendara.
Selain operasi keselamatan, patroli rutin dilakukan untuk memantau arus lalu lintas, mendeteksi potensi bahaya, dan mempercepat penanganan kondisi yang dapat memicu kecelakaan.
Dari sisi infrastruktur, Hutama Karya melakukan pemeliharaan dan peningkatan fasilitas keselamatan, seperti rambu peringatan, pita penggaduh (rumble strip), lampu peringatan, serta marka jalan reflektif.
Fasilitas tersebut dipasang pada sejumlah titik yang membutuhkan kewaspadaan tambahan, terutama untuk membantu pengemudi saat melintas pada malam hari atau ketika jarak pandang terbatas.
Perketat Pengawasan Kendaraan ODOL
Hutama Karya juga meningkatkan pengawasan terhadap kendaraan dengan dimensi dan muatan berlebih atau Over Dimension Over Loading (ODOL).
Pengawasan dilakukan melalui operasi bersama pemangku kepentingan terkait untuk mendorong kepatuhan pengemudi dan perusahaan angkutan barang.
Kendaraan ODOL dinilai memiliki risiko kecelakaan lebih tinggi karena kelebihan dimensi maupun muatan dapat memengaruhi kestabilan, kemampuan pengereman, dan pengendalian kendaraan.
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko tabrakan dari belakang hingga kecelakaan beruntun.
Melalui pengawasan dan sosialisasi, Hutama Karya mendorong seluruh kendaraan angkutan barang mematuhi ketentuan dimensi dan batas muatan yang berlaku.
Kampanye SETUJU Tekankan Lima Pesan Keselamatan
Untuk meningkatkan kesadaran pengguna jalan, Hutama Karya terus menyosialisasikan kampanye SETUJU atau Selamat Sampai Tujuan.
Kampanye tersebut memuat lima pesan utama, yakni:
- SETUJU Keselamatan adalah Nomor Satu.
- SETUJU Pastikan Kondisi Kendaraan Prima.
- SETUJU Tidak Ngebut di Jalan Tol.
- SETUJU untuk Istirahat Jika Lelah atau Mengantuk.
- SETUJU Zero ODOL di Jalan Tol.
Selain menerapkan kelima pesan tersebut, pengemudi diingatkan untuk menjaga jarak aman, menggunakan sabuk pengaman, dan mematuhi aturan penggunaan lajur.
Hutama Karya juga mengimbau pengendara tidak melakukan lane hogging, yakni terus-menerus menggunakan lajur kanan tanpa keperluan mendahului kendaraan lain.
Perilaku tersebut dapat menghambat kelancaran lalu lintas dan memicu manuver berbahaya dari pengendara lain.
Pengguna jalan juga dilarang memanfaatkan bahu jalan untuk beristirahat atau berhenti tanpa alasan darurat.
Kendaraan yang berhenti di bahu jalan berisiko tertabrak, terutama ketika pengemudi lain kehilangan konsentrasi atau kendali.
“Kami mengajak seluruh pengguna jalan untuk benar-benar menerapkan pesan SETUJU dalam setiap perjalanan. Jangan memaksakan diri ketika lelah atau mengantuk, pastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan, patuhi batas kecepatan, hindari kendaraan ODOL, dan gunakan lajur sesuai peruntukannya,” kata Iwan.
Ia mengingatkan pengendara agar memanfaatkan tempat istirahat yang tersedia apabila merasa lelah selama perjalanan.
“Apabila membutuhkan istirahat, manfaatkan tempat istirahat yang tersedia dan jangan berhenti di bahu jalan kecuali dalam kondisi darurat. Kami percaya bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama, karena tujuan terpenting dari setiap perjalanan adalah dapat kembali berkumpul dengan keluarga dalam keadaan selamat,” lanjutnya.
Hutama Karya Siapkan Layanan Darurat Jalan Tol
Hutama Karya memastikan evaluasi keselamatan terus dilakukan setelah setiap kejadian kecelakaan. Hasil evaluasi menjadi dasar untuk meningkatkan pengawasan operasional, kesiapan petugas, dan fasilitas keselamatan jalan.
Perusahaan juga menyediakan sejumlah layanan informasi dan bantuan darurat bagi pengguna jalan tol.
Informasi terkini mengenai kondisi lalu lintas dapat diperoleh melalui aplikasi Mozy atau akun media sosial resmi @HutamaKaryaTollRoad.
Sementara itu, pengguna jalan yang mengalami kendala atau keadaan darurat dapat menghubungi Call Center Terintegrasi Hutama Karya di 150-700, WhatsApp 08112-77000, atau menggunakan fitur SOS pada aplikasi Mozy.
Hutama Karya berharap penguatan fasilitas keselamatan dan meningkatnya kedisiplinan pengendara dapat mengurangi risiko kecelakaan di seluruh ruas tol yang dikelola.
Upaya tersebut sekaligus mendukung program Asta Cita pemerintah dalam menghadirkan infrastruktur transportasi yang aman, andal, dan berkelanjutan.





