KENDARI (kabarpublik.id) – Seekor hiu paus (Rhincodon typus) sepanjang 9,17 meter ditemukan mati terdampar di perairan Desa Matahora, Kecamatan Wangiwangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu (19/9/2026).
Ps. Kepala Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Wakatobi Iptu Jufri mengatakan bangkai hiu paus dengan berat sekitar 5 ton tersebut pertama kali ditemukan warga pada Sabtu sekitar pukul 06.00 WITA.
Saat ditemukan, hiu paus berada sekitar 700 meter dari garis pantai. Namun, sekitar pukul 09.30 WITA, satwa laut tersebut sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
“Namun, pada pukul 09.30 WITA, hiu paus itu sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan,” kata Jufri saat dihubungi dari Kendari, Sabtu malam.
Berdasarkan pengukuran tim di lokasi, hiu paus tersebut memiliki panjang 9,17 meter dan lebar sekitar 2,9 meter.
Penanganan bangkai dilakukan melalui koordinasi antara Satpolairud Polres Wakatobi, Polsek Wangiwangi, Koramil 1413-11 Wangiwangi, Balai Taman Nasional Wakatobi (BTNW), komunitas penyelam, serta masyarakat setempat.
Tim berupaya menarik bangkai hiu paus ke perairan yang lebih dalam. Namun, proses evakuasi terkendala kondisi laut yang dangkal akibat air sedang surut.
“Di lokasi evakuasi, air laut sedang surut dengan ketinggian 50 hingga 60 sentimeter sehingga menyebabkan kendala pada pelaksanaan evakuasi ke laut dalam,” ujar Jufri.
Berdasarkan hasil koordinasi lintas instansi, proses evakuasi dijadwalkan kembali pada sekitar pukul 16.00 WITA saat air laut mulai pasang. Kondisi tersebut diharapkan memudahkan tim memindahkan bangkai hiu paus dari perairan dangkal.
Jufri mengatakan penanganan segera dilakukan untuk mencegah dampak lingkungan, terutama potensi pencemaran perairan dan kawasan pesisir akibat bangkai yang mulai membusuk.
Hiu paus merupakan salah satu satwa laut berukuran besar yang dapat ditemukan di perairan Wakatobi. Penanganan bangkai satwa tersebut dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan unsur terkait dan masyarakat di sekitar lokasi.





