HEBOH, DITEMUKAN MAYAT TERAPUNG DI BENDUNGAN KLETAK KEDUNGWUNI TIMUR

Minggu, 10 Mei 2020
Dengarkan dgn suara Siap
8.3K pembaca

Laporan : Abdul Rochim/Oksa Aditya (JMSI), Editor : Mahmud Marhaba

PEKALONGAN [KP] – Penemuan jasad seorang lelaki mengapung di Bendungan Kletak Kedungwuni Timur Kab.Pekalongan menghebohkan warga sekitar, peristiwa ini terjadi pagi tadi, Sabtu, 09 Mei 2020 sekitar pukul 08.30 Wib.

Gambar konten
Sumber: Kabarpublik.id

Menurut dari penuturan warga yang bertama kali menemukanya, awalnya dirinya hendak menjalankan rutinitas sehari – harinya berjualan di warung, seperti biasa melintas di atas pintu air lingkungan bendungan Kletak Kedungwuni Timur.

Namun saat melihat ke arah bawah dirinya merasa aneh, karena seperti ada mayat mengapung dibawah pintu air, mengetahui hal yang membuatnya sangat kaget, dan langusung memberikan informasi ini ke warga yang sedang berada di kantor Dinas Pengairan di area bendungan.

Setelah di cek, ternyata benar bahwa ada orang meninggal dunia yang mengapung ditempat tersebut, selanjutnya  dilaporkan ke pihak berawajib Polsek Kedungwuni Polres Pekalongan.

Saat petugas dari Kepolisian sampai di TKP dan melakukan tindakan mengevakuasi jenazah dari sungai selanjutnya dibawa ke RSUD Kraton Pekalongan untuk dilakukan Visum Luar.

Kapolsek Kedungwuni AKP Prisandi membenarkan peristiwa, aggotanya sudah langsung datangi TKP dan melakukan olah TKP hingga mengevakuasi jenazah dari sungai.

Lanjutnya Kapolsek juga menghubungi unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Pekalongan karena saat di temukan, korban tidak mengenakan celana.

Setelah dilakukan penyidikan didapati identitas dari korban yang meninggal yaitu Bahrun Bin Rejo, umur 57 tahun yang beralamat disebuah Gubuk ditepi sungai Galangpengampon Desa Galangpengampon Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan.

Menurut keterangan dr. Fenty yang melakukan Visum Luar kepada korban, bahwa ditubuh tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Setelah mendapatkan identitas selanjutnya petugas Polsek Kedungwuni menguhubungi pihak keluarga.

Pihak keluarga datang ke RSUD Kraton dengan menerima musibah tersebut dan tidak menghendaki dilakukan otopsi karena menurut keluarga, korban agak terganggu jiwanya semenjak bercerai dengan istrinya. Keluarga menghendaki korban segera dibawa pulang untuk kemudian dimakamkan.#[KP]

No More Posts Available.

No more pages to load.