Breaking News
Live Update Berita Terkini

Desainer Kebaya Vielga Bagikan Strategi UMKM Tembus Pasar Internasional

Selasa, 16 Jun 2026
Editor: Eky
Penulis: @ANT
Kebaya rancangan desainer Indonesia Vielga Wennida di Kuala Lumpur, Malaysia. (ANTARA/Rangga Pandu Asmara Jingga)
Dengarkan dgn suara Siap
1.8K pembaca

KUALA LUMPUR (kabarpublik.id) – Desainer kebaya Indonesia Vielga Wennida membagikan sejumlah strategi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ingin memperluas pasar hingga ke mancanegara.

Pemilik Roemah Kebaya Vielga itu menilai langkah pertama yang harus dilakukan UMKM adalah membangun identitas produk yang kuat dan menjaga orisinalitas sebagai nilai utama dalam menghadapi persaingan global.

“Menurut saya, sebuah produk harus memiliki identitas yang jelas. Selain itu, orisinalitas menjadi faktor yang sangat penting untuk menarik perhatian pasar internasional,” kata Vielga di sela peresmian kerja sama eksklusif Roemah Kebaya Vielga dengan platform ritel dan distribusi asal Malaysia, Collabstore, di Kuala Lumpur, Senin (16/6).

Vielga menjelaskan, salah satu keunggulan produknya yang telah berhasil menembus pasar Malaysia dan Singapura adalah proses pengerjaan yang dilakukan secara manual. Hal tersebut membuat setiap kebaya memiliki karakter dan nilai eksklusivitas yang berbeda.

Menurutnya, banyak produk serupa di pasar internasional diproduksi menggunakan mesin dan teknologi komputer sehingga dapat dibuat secara massal. Sebaliknya, kebaya buatannya dikerjakan secara detail oleh para perajin dengan sentuhan tangan langsung.

“Setiap kebaya dibuat secara personal. Ada yang dikerjakan oleh beberapa perajin sekaligus dan seluruh proses bordir maupun kerancang dilakukan secara manual,” ujarnya.

Selain menjaga kualitas dan keunikan produk, Vielga menekankan pentingnya memahami karakter pasar yang dituju. Menurut dia, pelaku UMKM perlu mempelajari budaya, kebiasaan, dan preferensi konsumen di negara tujuan agar produk yang ditawarkan lebih mudah diterima.

Saat memasuki pasar Malaysia, misalnya, Vielga melakukan penyesuaian desain kebaya dengan selera masyarakat setempat yang cenderung menyukai model panjang dan lebih sesuai dengan gaya busana Muslim.

“Kita harus memahami kebutuhan pasar, mulai dari desain, pemilihan bahan, teknik bordir, hingga warna yang disukai konsumen setempat,” katanya.

Vielga juga menilai media sosial menjadi sarana penting untuk memperkenalkan produk ke pasar global. Dengan strategi digital yang tepat, UMKM dapat menjangkau konsumen internasional tanpa harus mengeluarkan biaya promosi yang besar.

Sementara itu, Menteri Konselor sekaligus Koordinator Fungsi Ekonomi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Hendra Purnama Iskandar, mengingatkan pelaku UMKM untuk selalu mengutamakan kualitas produk jika ingin bersaing di pasar luar negeri.

Menurut Hendra, produk yang ditawarkan tidak harus menjadi yang paling mahal, tetapi harus memiliki kualitas yang konsisten, berkelanjutan, dan didukung kemasan yang menarik.

“UMKM bisa masuk ke pasar internasional jika mampu menghadirkan produk terbaik. Bukan soal harga mahal, tetapi kualitas, keberlanjutan usaha, dan kemasan yang mampu menarik perhatian konsumen,” ujarnya.

Hendra juga mengingatkan pelaku usaha agar tidak berasumsi bahwa produk yang sukses di Indonesia otomatis diterima di negara lain. Riset pasar menjadi langkah penting untuk memahami kebutuhan dan tren konsumen di negara tujuan.

Lebih lanjut, KBRI Kuala Lumpur berkomitmen terus membantu UMKM Indonesia memperluas pasar di Malaysia melalui berbagai program promosi dan business matching yang mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan calon mitra bisnis di luar negeri.

Menurut Hendra, pengenalan produk ekonomi kreatif dan wastra Indonesia di Malaysia memiliki potensi besar karena tingginya minat masyarakat terhadap produk budaya dan kerajinan khas Indonesia.

No More Posts Available.

No more pages to load.