JAKARTA (kabarpublik.id) – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman menilai hilirisasi berbasis koperasi menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dari tingkat desa. Menurutnya, model ini memungkinkan manfaat ekonomi dirasakan langsung oleh masyarakat dan mempercepat pemerataan pembangunan daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan Dudung saat meresmikan Pabrik Kelapa Sawit milik KUD Sejahtera di Desa Beruge, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Rabu (12/8).
Dudung mengatakan selama ini industri kelapa sawit lebih banyak dikuasai korporasi besar. Namun, kini koperasi mulai menunjukkan kemampuan untuk mengelola sektor hilir sehingga nilai tambah komoditas dapat dinikmati oleh masyarakat di daerah.
“Pertumbuhan dan perputaran ekonomi harus dimulai dari daerah, terutama desa. Dengan begitu, manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” kata Dudung dalam keterangannya, Kamis (13/8).
Menurutnya, penguatan koperasi merupakan salah satu program yang terus dikawal Kantor Staf Kepresidenan sebagai bagian dari implementasi program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Dudung menilai perkembangan KUD Sejahtera menjadi bukti transformasi koperasi yang sebelumnya hanya bergerak di bidang simpan pinjam dan perdagangan skala terbatas. Kini, koperasi tersebut mampu membangun pabrik pengolahan kelapa sawit sendiri sebagai bagian dari hilirisasi industri.
Ia menambahkan, model hilirisasi berbasis koperasi tidak hanya akan diterapkan pada sektor sawit, tetapi juga dikembangkan untuk komoditas lain, termasuk kopi di kawasan Gunung Dempo, Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan.
“Ke depan, hilirisasi akan terus diperluas. Salah satunya pada komoditas kopi di Pagar Alam, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat semakin meningkat,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyebut berdirinya pabrik crude palm oil (CPO) milik KUD Sejahtera menjadi tonggak penting dalam pengembangan koperasi sawit nasional.
Menurut Ferry, koperasi kini tidak lagi hanya berperan sebagai pengelola kebun, tetapi mulai masuk ke sektor pengolahan dengan membangun fasilitas produksi sendiri.
“Koperasi sawit kini mampu membangun pabrik CPO sendiri. Model ini akan direplikasi di berbagai daerah sentra perkebunan sawit di Indonesia,” kata Ferry.
Ia mengungkapkan, saat ini sekitar 20 koperasi dan KUD telah mendaftarkan diri untuk membangun pabrik CPO di sejumlah wilayah penghasil sawit. Minat tersebut meningkat seiring dorongan pemerintah terhadap program hilirisasi komoditas berbasis koperasi.
Di sisi lain, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyambut baik penunjukan wilayahnya sebagai proyek percontohan hilirisasi berbasis koperasi. Ia berharap pemerintah terus memberikan pendampingan, khususnya dalam penguatan sumber daya manusia, agar koperasi mampu bersaing dan berkembang secara berkelanjutan.
“Ini menjadi kebanggaan bagi Sumatera Selatan karena dipercaya sebagai pilot project hilirisasi yang dijalankan oleh koperasi,” ujar Herman Deru.







