CERITA PAGI DI STADION YANG DIGUGAT MAHASISWANYA

KONTROL441 Dilihat

Laporan : Tim Kabar Publik
Editor : Arsad Tuna

 

RUMPUT lapangan hijau itu mulai mengering. Embun pagi menutupi rerumputan yang biasa digunakan berolahraga. Dua kelompok saling membagi lapangan dengan aktifitas yang berbeda. Seperempat lapangan digunakan mahasiswa bermain bola. Seperempat lainnya lagi digunakan dosen olahraga menyajikan mata kuliah kemahasiswanya.
Tak berlangsung lama, dua kelompok ini membubarkan diri seiring kehadiran para dosen dan staf kampus Universitas Negeri Gorontalo yang memiliki rutinitas setiap Jumat pagi bermain sepak bola. Dari segi usia, rata-rata mereka diatas 40-an.
Dosen dari berbagai fakultas itu bermain mengunakan 1 lapangan penuh. Mahasiswa pun melebur untuk memenuhi jumlah pemain.
Pukul 07.30 Wita, kolaborasi pemain veteran dan mahasiswa muda yang energik berlangsung. Layaknya pemain profesional, mereka menggelindingkan bola dengan baik, meski ada beberapa pemain yang sering salah mengontrol bola. Bisa dimaklumi, karena diantara pemain veteran kalah cepat dengan anak-anak mahasiswa.
Sepertinya alam sangat mengerti dengan kondisi lapangan yang sangat kering. Sengatan matahari panas, tiba-tiba berubah mendung yang diikuti curah hujan berlangsung 20 menit.
Permainan kedua kesebelasan silih berganti saling menyerang. Beberapa gol tercipta dari sebuah kerjasama yang cukup lumayan. Nampak terlihat pelatih yang pernah menangani kesebelasan kesayangan warga Gorontalo, Persigo, Welly Podungge.
Tak banyak penonton yang menyaksikan laga itu. Hanya teriakan para pemain untuk minta disuplay bola membuat sedikit suasana terlihat ramai.
Stadion ukuran sedang dengan fasilitas Tribun tertutup berdiri kokoh disamping lapangan. Terlihat stadion ini belum rampung 100 persen. Padahal, pembangunannya sudah dimulai sejak tahun 2014. Tribun ini belum bisa beroperasi sama sekali. Hanya terlihat beberapa kendaraan roda empat dan roda dua terparkir acak dibawah Tribun itu.
Kamis, 25 Oktober 2018, terjadi unjuk rasa terkait fasilitas olahraga milik UNG oleh mahasiswa Fakuktas Olahraga dan Kesehatan dibawah pimpinan Nawiranto Polinggapo, selaku Sekjen Mahasiswa Fakultas Olahraga dan Kesehatan UNG. Jumlah mereka sekitar 50 orang, ditambah orator Charles Ishak dan Rahmat Mamonto.
Massa ini bergerak dengan beberapa tuntutan mempertanyakan aggaran Tribun di Fakultas Kesehatan dengan anggaran 24 Milyar pengerjaannya hingga kini belum rampung. Mereka meminta penyelesaian pembangunan Tribun Olahraga itu segera tuntas.
Aksi massa bukan hanya dilakukan di Kampus dengan julukan kampus Merah Maron, namun mereka juga menyampaikan tuntutan itu di Kejaksaan Tinggi Gorontalo.
Stadion yang bakal megah berdiri di tanah UNG itu akan menjadi kebanggaan Fakultas Olahraga dan Kesehatan UNG. Kapan ini bisa difungsikan secara menyeluruh? Kita akan menunggu waktu yang tepat. Nampaknya, nasib Tribun ini akan menjadi PR besar bagi Rekor UNG terpilih nanti.#(KP)

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Komentar