JAKARTA (kabarpublik.id) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, menegaskan ruang digital yang tidak aman berpotensi menghilangkan kontribusi besar perempuan dan anak bagi masa depan bangsa.
Pernyataan itu disampaikan saat peluncuran program Shecure Digital “Aman di Ruang Digital” yang diinisiasi United Nations Population Fund (UNFPA) bersama ITSEC Asia di Jakarta, Kamis (27/2/2026).
Menurut Menteri PPPA, transformasi digital memang membuka peluang besar dalam pendidikan, ekonomi, dan inovasi. Namun, percepatan teknologi belum sepenuhnya diimbangi sistem perlindungan yang kuat.
“Kekerasan berbasis gender online bukan lagi isu virtual dengan dampak virtual. Dampaknya nyata, merusak reputasi, menghancurkan kesehatan mental, hingga mengancam keselamatan fisik. Negara harus hadir secara preventif dan sistemik,” tegas Arifah.
KBGO Jadi Ancaman Nyata
Kementerian PPPA menilai ketika perempuan dan anak merasa tidak aman lalu menarik diri dari ruang digital, Indonesia kehilangan potensi suara publik, kreativitas generasi muda, serta kontribusi ekonomi.
Pemerintah, kata Arifah, telah membangun fondasi regulasi melalui Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) serta Peta Jalan Perlindungan Anak di Ranah Daring yang menekankan pencegahan dan kolaborasi lintas sektor.
Namun, regulasi saja tidak cukup.
“Kita butuh solusi konkret. Perlindungan digital harus disertai sistem keamanan siber yang responsif dan berpihak pada korban,” jelasnya.
Perempuan Usia 20–24 Tahun Paling Rentan
Perwakilan UNFPA Indonesia, Hassan Mohtashami, mengungkapkan berdasarkan Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN 2024), kelompok perempuan usia 20–24 tahun menjadi yang paling rentan mengalami kekerasan berbasis gender online dengan angka 15,6 persen.
Risiko lebih tinggi juga dialami perempuan berpendidikan tinggi dan yang aktif bekerja, karena intensitas penggunaan teknologi yang lebih besar.
UNFPA bersama mitra menghadirkan tiga program utama dalam Shecure Digital:
- Shecure Class – Modul pelatihan pertahanan digital
- Shecure Shield – Fitur perlindungan digital praktis
- Shecure Voices – Pelatihan duta keamanan digital perempuan
President Director ITSEC Asia, Patrick Dannacher, menambahkan bahwa anak-anak kini sangat aktif menggunakan internet sehingga perlindungan siber menjadi kebutuhan mendesak.
Sementara Ketua Umum Komnas Perempuan, Maria Ulfah Anshor, menekankan pentingnya mekanisme pelaporan yang berpihak pada korban agar tidak terjadi victim blaming atau kriminalisasi.





