News Update
Live Update Berita Terkini

Uskup Amboina Titip Pesan Moral kepada Ketua Presidium PP PMKRI 2026–2028

Jumat, 28 Agu 2026
Editor: Eky
Dengarkan dgn suara Siap
2.4K pembaca

AMBON (kabarpublik.id) – Mandataris MPA XXX/Formatur Tunggal/Ketua Presidium Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) periode 2026–2028, Christian A.D. Rettob, bertemu dengan Uskup Diosis Amboina, Mgr. Seno Ngutra, di Rumah Keuskupan Amboina, Kamis (27/8/2026).

Pertemuan tersebut menjadi ajang dialog mengenai arah kaderisasi PMKRI, peran organisasi mahasiswa Katolik, serta tanggung jawab kader dalam kehidupan menggereja dan bernegara.

Dalam kesempatan itu, Christian menegaskan PMKRI akan tetap menjadi ruang kaderisasi bagi mahasiswa Katolik di Indonesia. Organisasi tersebut, kata dia, akan dikelola dengan penuh tanggung jawab dan berorientasi pada pembentukan kader yang beriman, berintegritas, serta memiliki kepedulian terhadap kelompok marginal.

“PMKRI akan dikelola sebaik-baiknya dengan setulus hati dan menjadi oase pembinaan setiap anggota agar menjadi intelektual yang beriman, berintegritas, serta berpihak kepada kaum marginal. Kami juga akan membangun kemitraan strategis dan kritis dengan gereja, pemerintah, serta lembaga lainnya,” kata Christian.

Menanggapi hal tersebut, Mgr. Seno Ngutra mengapresiasi pelaksanaan Kongres dan Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) PMKRI yang berlangsung di Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.

Menurutnya, proses organisasi yang telah dilalui menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan antarkader PMKRI. Ia juga berharap agenda pelantikan kepengurusan dapat berjalan sesuai rencana.

“Proses yang diselenggarakan telah menghasilkan keputusan yang optimal. Agenda kongres menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan antaranggota PMKRI. Kita semua berharap prosesi pelantikan pengurus dapat berjalan lancar sesuai rencana,” ujar Mgr. Seno.

Ia mengingatkan pengurus yang menerima amanah kepemimpinan agar memastikan legalitas dan status kepengurusan organisasi sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PMKRI.

Menurut Mgr. Seno, kepemimpinan organisasi membutuhkan kader yang memiliki kepekaan sosial, kematangan mental, serta memahami dan menjalankan konstitusi organisasi.

“Kepemimpinan dan langkah-langkah organisasi membutuhkan karakter kader yang peka dan bermental dewasa. Mereka yang ditugaskan pun harus sesuai dengan konstitusi organisasi,” katanya.

Mgr. Seno yang juga menjabat Ketua Komisi Kateketik Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) turut menitipkan pesan agar PMKRI mengambil peran dalam menjaga persatuan dan kesatuan, baik dalam kehidupan menggereja maupun bernegara.

Ia menilai keberagaman masyarakat Indonesia harus menjadi kekuatan yang dirawat bersama. Karena itu, kader PMKRI diminta mampu menyikapi perbedaan secara dewasa dengan tetap berpegang pada nilai-nilai kekatolikan.

“Bangsa ini memiliki masyarakat yang multikultural. PMKRI harus menyikapi keanekaragaman sebagai sebuah perbedaan dengan tetap berpegang teguh pada jiwa kekatolikannya,” ujar Mgr. Seno.

Christian A.D. Rettob sebelumnya terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Presidium PP PMKRI periode 2026–2028 dalam Kongres XXXIV dan MPA XXXIII PMKRI yang digelar di Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, pada 19–28 Juli 2026.

No More Posts Available.

No more pages to load.