News Update
Live Update Berita Terkini

Luhut Dorong Penguatan Industri Daur Ulang Baterai Kendaraan Listrik

Kamis, 3 Sep 2026
Editor: Eky
Penulis: @ANT
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan dalam peresmian fasilitas produksi BYD, di Subang, Jawa Barat, Kamis (3/8/2026). ANTARA/A Muzdaffar Fauzan
Dengarkan dgn suara Siap
4.1K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mendorong penguatan industri daur ulang baterai kendaraan listrik untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Luhut menilai teknologi daur ulang baterai penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar kendaraan listrik, tetapi juga mampu memanfaatkan kembali sumber daya strategis, termasuk nikel.

“Recycling baterai itu saya kira penting sehingga nanti penggunaan nikel yang ada di kita bisa kita ekstrak lagi dari mobil atau baterai-baterai dari mobil yang ada di sini,” ujar Luhut saat peresmian fasilitas produksi BYD di Subang, Jawa Barat, Kamis (3/9).

Menurut Luhut, teknologi yang dimiliki produsen kendaraan listrik asal China, BYD, telah mampu memulihkan material nikel dari baterai kendaraan listrik yang sudah tidak digunakan.

Kemampuan tersebut dinilai dapat menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperkuat rantai pasok industri kendaraan listrik dari hulu hingga hilir. Saat ini, Indonesia telah memiliki fondasi industri baterai, mulai dari pengolahan bahan baku hingga produksi komponen kendaraan listrik.

Luhut juga menekankan agar investasi BYD memberikan dampak lebih luas bagi industri nasional. Investasi tersebut diharapkan mendorong tumbuhnya industri pendukung, meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN), serta membuka lapangan kerja.

Ia mengatakan pemerintah perlu menciptakan kebijakan yang mampu memperkuat industri lokal tanpa menghambat masuknya investasi.

Selain industri, Luhut mendorong BYD memperluas kerja sama dengan lembaga pendidikan dan riset di Indonesia. Kolaborasi tersebut mencakup universitas, politeknik, SMA, SMK, hingga lembaga penelitian.

“Saya juga mendorong BYD untuk terus memperkuat kerja sama dengan universitas, politeknik, SMA, SMK, dan lembaga riset Indonesia. Bukan hanya transfer teknologi, tetapi juga pengembangan teknologi bersama,” katanya.

Luhut berharap investasi BYD dapat memicu munculnya industri-industri baru di sekitar rantai produksi kendaraan listrik sekaligus meningkatkan keterlibatan talenta Indonesia dalam penguasaan teknologi.

Menurut dia, Indonesia memiliki peluang besar untuk masuk lebih dalam ke rantai industri kendaraan listrik global. Peluang itu didukung oleh besarnya pasar domestik serta potensi sumber daya dan pengembangan teknologi di dalam negeri.

No More Posts Available.

No more pages to load.