JAKARTA (kabarpublik.id) – Xabi Alonso resmi berpisah dengan Real Madrid pada awal Januari 2026 setelah hanya tujuh bulan menangani tim. Keputusan tersebut diumumkan klub pada Selasa (13/1/26) waktu setempat dan langsung menyita perhatian publik sepak bola Spanyol.
Meski catatan Alonso bersama Los Blancos terbilang solid, 20 kemenangan, lima kekalahan, dan tiga hasil imbang dari 28 pertandingan, masalah internal ruang ganti disebut menjadi faktor utama berakhirnya kerja sama. Selain itu, hasil yang dinilai belum sesuai ekspektasi, termasuk kekalahan dari Barcelona di final Piala Super Spanyol 2025, turut memengaruhi keputusan.
Pelatih Spanyol Quique Sánchez Flores menilai pemecatan Alonso sebagai langkah terbaik bagi kedua pihak. “Pemecatan Xabi Alonso tidak mengejutkan bagi saya. Menurut saya, ini yang terbaik untuknya. Jika sesuatu harus terjadi, lebih baik terjadi lebih cepat,” ujarnya kepada Marca, seraya menyebut Alonso tampak kelelahan secara mental.
Usai perpisahan tersebut, Real Madrid menunjuk Álvaro Arbeloa sebagai pelatih interim. Namun, debut Arbeloa berakhir kurang manis setelah Madrid kalah dari Albacete di ajang Copa del Rey.
Xabi Alonso angkat bicara tak lama setelah pengumuman resmi. “Saya baik-baik saja,” katanya singkat kepada Europa Press, Jumat (16/1/26).
Melalui akun media sosialnya, Alonso menyampaikan pesan perpisahan yang penuh penghormatan.
“Tahap profesional ini telah berakhir, dan hasilnya tidak sesuai harapan kami. Melatih Real Madrid adalah kehormatan besar. Terima kasih kepada klub, para pemain, dan terutama para penggemar atas kepercayaan dan dukungannya,” tulisnya.
“Saya pergi dengan rasa hormat, syukur, dan kebanggaan karena telah memberikan yang terbaik,” pungkas Alonso.





