Breaking News
Live Update Berita Terkini

Tingkatkan Ekonomi Pedagang, Wali Kota Boyong ASN Pemkot Kunjungi Pasar Sentral

Jumat, 15 Sep 2023
Editor:
Dengarkan dgn suara Siap
7.8K pembaca

Laporan : Ifan Saluki
Editor : YR

GORONTALO [kabarpublik.id] – Wali Kota Gorontalo Marten Taha berupaya menggairahkan semangat para pedagang pasar sentral dengan memboyong Aparatur Sipil Negara (ASN) mengunjungi pasar tradisional terbesar di Gorontalo tersebut.

Kunjungan ke pasar sentral kali ini dikemas dalam agenda senam pagi bersama, melibatkan semua pimpinan OPD, pejabat struktural dan fungsional di lingkungan Pemerintah Kota Gorontalo dan masyarakat sekitar pasar sentral.

“Senam Zumba yang biasa kita laksanakan setiap Jumat di kantor dan dinas, hari ini kita pusatkan di pasar sentral agar setelah olah raga bisa langsung berbelanja disini,” kata Marten saat diwawancarai, Jumat (15/09/2023).

Selain untuk meramaikan gedung baru pasar tersebut, tujuan lain Marten memboyong para pegawainya adalah untuk menyokong perekonomian para pedagang serta mengenalkan lingkungan belanja pasar yang lebih nyaman.

“Para Kepala Dinas, Kepala Bidang, Kepala Bagian, Camat dan lain lain saya anjurkan untuk berbelanja disini. Mau beli rica, tomat, bawang, ikan, ayam, daging, apa saja kue, makanan, dan lain sebagainya sudah tersedia,” ucap Marten.

Wali Kota Gorontalo dua periode ini menilai bahwa dimasa peralihan lokasi saat ini, para pedagang rentan kehilangan semangat. Karena itu dirinya ingin menjadi fasilitator hadirnya para pelanggan agar mereka termotivasi dalam menjajakan barang jualannya.

“Para pedagang belum full betul speednya untuk berdagang, sehingga perlu di genjot lagi jumlah kunjungan pembeli yang datang. Tujuannya adalah barang-barang dagangan mereka akan laku terjual,” ungkapnya.

Selain itu, sebagai seorang pimpinan, Marten ingin agar seluruh lapisan masyarakatnya bisa saling terhubung tanpa terkecuali, termasuk para pedagang dan ASN. Inilah yang diwujudkan Marten dengan menggelar kegiatan tersebut di lokasi yang berbeda dari sebelum-sebelumnya.

“Jangan sampai para pegawai ini jauh dari masyarakat, mereka harus berada di tengah – tengah masyarakat. sebagai pelayan publik pegawai harus dekat dengan masyarakat,” tandas Marten Taha.

No More Posts Available.

No more pages to load.