Laporan : Nurman Ismail (JMSI), Editor : Mahmud Marhaba.
BOALEMO [KP] – Anggota Legislatif Dewan Kabupaten Boalemo, Rensi Makuta bagikan ribuan masker ke masyarakat di tujuh kecamatan se – kabupaten Boalemo pada Senin (17/08/2020).
Pembagian masker tersebut merupakan program pusat Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) yang dipimpin oleh Ketua Umum Tri Tito Karnavian yang diketahui juga istri dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri).
Pembagian masker tersebut bertujuan untuk melawan serta sebagai pencegahan terhadap penyebaran Covid 19 yang hingga saat ini meresahkan masyarakat.
Menseriusi program tersebut, istri Bupati Boalemo, Rensi Makuta, disamping sebagai Ketua Tim Penggerak PKK juga sebagai anggota legisaltif dewan kabupaten Boalemo, mengambil langkah tegas membagikan 7000 lembar masker kemasyarakat yang ada di tujuh kecamatan.
Pembagian 7000 lembar masker yang berwarna merah itu dilaksanakan usai mengikuti upacara peringatan HUT RI Ke – 75.
Melalui kesempatan itu Ketua Tim penggerak PKK kabupaten Boalemo, Rensi Makuta, menyampaikan bahwa gerakan bersama memakai masker (gebrak masker) akan lebih dimaksimalkan untuk memutus penyebaran Covid 19 di kabupaten Boalemo.
Dengan begitu dirinya mengatakan bahwa tidak ada alasan bagi masyarakat untuk tidak memiliki masker.

“Karena sampai saat ini masih ada masyrarakat yang beralasan tidak memiliki masker,” ungkap Rensi Makuta Ketua TP PKK Boalemo.
Sikap penting yang dilakukan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Boalemo, Rensi Makuta, mendapat respon baik dari sejumlah kepala desa Tilamuta.
Saat diwawancarai, Kades Lahumbo, Akri Husain, menyampaikan bahwa langkah yang diambil oleh Ketua TP-PKK Boalemo dalam membagikan masker ke masyarakat patut di apresiasi, karena hal itu bisa membantu pemerintah desa dalam mensosialisasikan pencegahan Covid 19 di Desa.
Hal demikian juga, kata Akri Husain bisa menghilangkan beban masyarakat dalam membeli masker.
“Kalau menurut saya pembagian masker ke masyarakat itu bisa membantu pemerintah desa, karena pernah saya bertanya kepada orang yang saya kenal, kenapa datang ke pasar tidak memakai masker, lalu orang itu menjawab masker sekarang hampir sama dengan harga bensin,hanya itu jawabannya,” tutur Akri Husain.#[KP]






