JAKARTA (kabarpublik.id) – Peringatan 40 hari wafatnya Dr. (H.C.) H. Rachmat Gobel digelar pada 18 Agustus 2026. Mantan Menteri Perdagangan RI dan Wakil Ketua DPR RI tersebut meninggal dunia pada 10 Juli 2026 dalam usia 63 tahun.
Rangkaian peringatan 40 hari wafatnya Rachmat Gobel diisi berbagai kegiatan yang memadukan tradisi adat Gorontalo, doa bersama, serta penghormatan dari keluarga, tokoh nasional, dan masyarakat.
Salah satu agenda utama adalah prosesi adat Gorontalo Mopolahu Pa’ita yang digelar di lokasi makam Rachmat Gobel di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta.
Prosesi tersebut merupakan bagian dari ritual adat dalam peletakan batu nisan sekaligus bentuk penghormatan kepada Rachmat Gobel yang memiliki gelar adat kehormatan Gorontalo. Kegiatan ini juga menjadi upaya keluarga untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya Gorontalo.
Selain prosesi adat, keluarga besar Rachmat Gobel menggelar tahlil dan doa bersama yang dihadiri kerabat, sahabat, kolega politik, tokoh nasional, serta sejumlah pihak yang pernah bekerja dan berinteraksi dengan almarhum.
Doa bersama diisi dengan pembacaan Al-Fatihah, Yasinan, khataman Al-Qur’an, dan tausiyah. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang perjalanan hidup serta keteladanan Rachmat Gobel.
Peringatan 40 hari juga mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Gorontalo. Bupati Gorontalo Sofyan Puhi menginstruksikan ASN dan masyarakat untuk mengikuti kegiatan Navigasi Iman, yang diisi dengan pengiriman doa Al-Fatihah secara serentak dan tausiyah keagamaan oleh Ustaz KH. Syahdan.
Kegiatan tersebut menjadi bentuk penghormatan masyarakat Gorontalo atas jasa dan pengabdian Rachmat Gobel, baik dalam dunia usaha maupun kontribusinya terhadap kebijakan publik dan pembangunan daerah.
Sejumlah tokoh publik, pejabat negara, dan perwakilan organisasi juga melakukan ziarah ke makam Rachmat Gobel di TMP Kalibata. Mereka menaburkan bunga dan memanjatkan doa sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi almarhum.
Peringatan 40 hari ini tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang Rachmat Gobel, tetapi juga menjadi ruang bagi keluarga dan masyarakat untuk meneruskan nilai-nilai pengabdian serta keteladanan yang ditinggalkannya.
(Berbagai Sumber)






