BANDUNG (kabarpublik.id) – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bandung Utara terus meningkatkan kualitas produksi bibit melalui kegiatan pembinaan, monitoring, dan evaluasi persemaian di wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Padalarang.
Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah strategis untuk mempercepat penyediaan bibit tanaman yang akan digunakan dalam program rehabilitasi, penghijauan, dan pelestarian kawasan hutan.
Pembinaan dipimpin oleh Asisten Perhutani (Asper) Padalarang, AM Budi Hermawan, didampingi Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Cipeundeuy, Agus Tatang. Kegiatan tersebut juga melibatkan tenaga kerja dari Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Tembong Sari yang berperan dalam proses produksi bibit.
Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan evaluasi terhadap perkembangan persemaian, kualitas bibit, kesiapan sarana dan prasarana pendukung, media tanam, serta efektivitas tenaga kerja guna memastikan target produksi dapat tercapai sesuai rencana.
Mewakili Administratur KPH Bandung Utara, AM Budi Hermawan menegaskan bahwa kualitas bibit harus menjadi perhatian utama meskipun produksi dipercepat untuk memenuhi kebutuhan penanaman.
“Persemaian merupakan fondasi keberhasilan program penanaman. Karena itu, percepatan produksi bibit harus tetap diimbangi dengan kualitas yang sesuai standar agar tingkat keberhasilan tanaman di lapangan semakin tinggi,” kata Budi Hermawan, Selasa (28/7/2026).
Selain mengevaluasi progres pekerjaan, tim juga meninjau langsung kondisi fasilitas persemaian dan kesiapan sumber daya yang mendukung kelancaran produksi bibit.
Ketua LMDH Tembong Sari, Aep, menyambut positif kegiatan pembinaan tersebut. Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam kegiatan persemaian tidak hanya membantu percepatan penyediaan bibit, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar kawasan hutan.
“Kami mendukung penuh program ini karena memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung upaya pelestarian hutan. Kami berharap kerja sama antara Perhutani dan LMDH terus terjalin dengan baik,” ujarnya.
Melalui pembinaan dan evaluasi berkelanjutan, Perhutani KPH Bandung Utara berharap produksi bibit di BKPH Padalarang dapat berjalan optimal sehingga kebutuhan bibit untuk program rehabilitasi dan pelestarian hutan dapat terpenuhi tepat waktu serta mendukung keberhasilan penanaman di masa mendatang.





