Breaking News
Live Update Berita Terkini

Perhutani dan BPKH Inventarisasi Kawasan Hutan Ujung Berung untuk Perkuat Pengelolaan Berbasis Data

Rabu, 22 Jul 2026
Editor: Eky
Dengarkan dgn suara Siap
10.1K pembaca

BANDUNG (kabarpublik.id) – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bandung Utara bersama Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan, Kementerian Kehutanan, melaksanakan inventarisasi berkala di wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Manglayang Barat, Kabupaten Bandung.

Kegiatan yang berlangsung di sejumlah titik Resort Pemangkuan Hutan (RPH), termasuk RPH Ujung Berung, bertujuan memperbarui data potensi sumber daya hutan sebagai dasar penyusunan kebijakan pengelolaan hutan yang berkelanjutan.

Inventarisasi meliputi pengukuran ulang batas kawasan hutan, pendataan tegakan pohon, identifikasi potensi keanekaragaman hayati, serta verifikasi pemanfaatan ruang hutan.

Kegiatan tersebut dihadiri Asisten Perhutani/Kepala BKPH Manglayang Barat Juhananur Setiaputra, Kepala Sub Seksi Perencanaan Sumber Daya Hutan Billy Dipta Yulio, Kepala RPH Ujung Berung Adang Supriatna, serta tim teknis BPKH yang dipimpin Chatarina Ganis bersama Yosephine.

Administratur Perhutani KPH Bandung Utara, Deden Yogi Nugraha, mengatakan inventarisasi berkala merupakan bagian dari komitmen Perhutani dalam menghadirkan data kehutanan yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Menurutnya, data hasil inventarisasi menjadi landasan penting dalam penyusunan kebijakan pengelolaan hutan yang mampu menjaga keseimbangan antara aspek ekologi, ekonomi, dan sosial.

“Inventarisasi bersama BPKH menjadi langkah strategis untuk memastikan data potensi sumber daya hutan tetap akurat sekaligus mendukung perlindungan aset negara. Hasilnya akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pengelolaan hutan yang berkelanjutan,” ujar Deden dalam keterangan yang diterima, Rabu (22/7/2026).

Sementara itu, Ketua Tim Teknis BPKH, Chatarina Ganis, mengapresiasi sinergi yang terjalin antara BPKH dan Perhutani selama pelaksanaan inventarisasi.

Ia menyebut koordinasi yang baik serta dukungan data awal dari Perhutani membuat proses pendataan di lapangan berjalan lancar.

“Data yang diperoleh dari lapangan akan menjadi bagian penting dalam pemutakhiran informasi kawasan hutan sebagai dasar perencanaan kehutanan yang lebih akurat,” kata Chatarina.

Melalui kegiatan ini, Perhutani KPH Bandung Utara dan BPKH terus memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan pengelolaan kawasan hutan yang berbasis data, akuntabel, serta berkelanjutan demi menjaga kelestarian sumber daya hutan.

No More Posts Available.

No more pages to load.