Pemkab Terus Gencar Lakukan Berbagai Upaya Tekan Angka Stunting di Kabupaten Sergai

Rabu, 14 Des 2022
Dengarkan dgn suara Siap
5.1K pembaca

Laporan : Yusa
Editor : YR

SUMATERA UTARA [kabarpublik.id] – Sekretaris Daerah H. M. Faisal Hasrimy, AP, MAP, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai dalam menekan persentase angka stunting di Tanah Bertuah Negeri Beradat.

Hal itu Sekda Faisal Hasrimy sampaikan saat ditemui di ruang kerjanya pada Rabu (14/12/2022).

“Salah satu langkah yang sudah dilakukan oleh Pemkab Sergai adalah lewat kegiatan Pengukuran dan Publikasi Stunting yang digelar di Aula Puskesmas Desa Pon pada Selasa kemarin,” ujarnya.

Dijelaskan Sekda Faisal, bahwa menurut data organisasi kesehatan dunia (WHO), batasan prevalensi stunting di suatu wilayah adalah sebesar 20 persen.

Sementara berdasarkan data dari survei status gizi indonesia (SSGI), prevalensi stunting secara nasional menurun dari 30,8% pada tahun 2018 menjadi 24,4% pada tahun 2021.

Fakta tersebut kata Sekda berbanding lurus dengan Kabupaten Sergai yang juga mengalami penurunan prevalensi stunting dari 36,2% pada tahun 2019 menjadi 20% pada tahun 2021.

Dimana berdasarkan hasil pengukuran dan pengentrian terakhir dari aplikasi EPPGBM, menunjukkan bahwa balita stunting di Sergai terdapat sebanyak 884 balita (2,8%), underweight sebanyak 408 balita (1.3 %), dan wasting 359 balita (1,1%).

“Meski Kabupaten Sergai mengalami progres pemberantasan stunting yang sangat baik, namun hal tersebut tidak lantas membuat seluruh pihak terkait merasa berpuas diri,” pintanya.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Sergai musti berusaha lebih keras lagi untuk bagaimana agar angka stunting ini mencapai target sesuai dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu nol persen prevalensi stunting pada tahun 2030 di Indonesia.

“Nah, untuk mencapai hal tersebut, dibutuhkan dukungan dari seluruh OPD, lintas sektor, lintas profesi, swasta serta masyarakat dalam konvergensi percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sergai,” ujarnya.

Sekda berharap agar semua yang terlibat dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) baik tingkat kabupaten, tingkat kecamatan, dan tingkat desa berkewajiban untuk mendukung kegiatan-kegiatan pembangunan yang menjadi prioritas nasional dalam percepatan penurunan stunting.

Karena baginya, percepatan penurunan stunting merupakan upaya bersama antara pemerintah daerah dan masyarakat melalui penggalangan partisipasi dan kepedulian pemangku kepentingan secara terencana dan terkoordinasi.

“Saat ini upaya penurunan stunting, telah menjadi prioritas nasional yang dilaksanakan secara lintas sektor di berbagai tingkatan sampai dengan tingkat desa,” ucapnya

Lebih jauh Sekda katakan bahwa dalam percepatan penurunan stunting ini, pemerintah juga telah meluncurkan gerakan nasional percepatan perbaikan gizi (Gernas PPG) yang ditetapkan melalui Peraturan Presiden No. 42 tahun 2013 tentang Gernas PPG dalam kerangka 1.000 hari pertama kehidupan (HPK).

Dimana dalam upaya yang dilakukan pada 1.000 HPK ini adalah dengan melakukan berbagai intervensi spesifik dan sensitif, yang salah satunya adalah melakukan pengukuran dan publikasi hasil pengukuran kepada seluruh OPD, lintas sektor, lintas program, dan mitra pembangunan yang berkontribusi dalam konvergensi percepatan penurunan dan penanggulangan stunting.

“Dalam konteks delapan aksi konvergensi percepatan penurunan dan penanggulangan stunting, pengukuran dan publikasi merupakan aksi ke-7 yang memiliki kedudukan yang strategis karena di satu sisi mencerminkan kinerja seluruh pihak yang terlibat namun di sisi lain menjadi masukan bagi seluruh pemangku kepentingan untuk proses perencanaan dan penentuan kebijakan untuk masa yang akan datang,” jelasnya

Dari pengukuran dan publikasi ini kata Sekda, dapat memperoleh data prevalensi stunting terkini pada skala layanan puskesmas, kecamatan, dan desa.

“Hasil pengukuran panjang badan dan tinggi badan anak di bawah umur 5 tahun dapat digunakan untuk memperkuat komitmen pemerintah daerah dan masyarakat dalam gerakan konvergensi percepatan penurunan pencegahan dan penanggulangan stunting. Hal tersebutlah yang menjadi dasar kita melaksanakan kegiatan pengukuran dan publikasi,” jelasnya.

Terakhir Sekda berharap semoga dengan terlaksananya kegiatan itu semua menyatukan tekad, pikiran, dan langkah serta membangun sinergitas dalam irama konvergensi percepatan penurunan dan penanggulangan stunting.

“Ruang waktu dan kesempatan ini kita maknai sebagai momentum untuk mengevaluasi dan refleksi terkait peran, tugas, dan fungsi serta berbagai program dan kegiatan yang telah kita lakukan,” tutupnya. #[KP]

No More Posts Available.

No more pages to load.