JAKARTA (kabarpublik.id) – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyampaikan perkembangan terbaru penanganan bencana banjir dan tanah longsor di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, tepat satu bulan pascabencana. Update tersebut disampaikan saat peninjauan langsung di Pusat Informasi dan Media Center Komdigi Aceh, Kamis (25/12/25).
Pratikno menegaskan percepatan pemulihan dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Fokus penanganan meliputi pembangunan hunian warga, pemulihan konektivitas dan transportasi, layanan kesehatan dasar, distribusi bantuan logistik, tata kelola sumber daya alam, serta kesiapan layanan pendidikan.
“Pemerintah hadir langsung di lapangan untuk memastikan langkah tanggap darurat dan pemulihan berjalan tanpa henti, termasuk menjelang pergantian tahun. Tidak ada libur, semua terus bekerja demi masyarakat,” ujar Pratikno.
Berdasarkan data pemerintah, dari total 52 kabupaten/kota terdampak di tiga provinsi, sebanyak 12 kabupaten/kota telah memasuki fase transisi menuju pemulihan. Sementara itu, di Aceh masih terdapat 11 kabupaten yang memperpanjang status tanggap darurat guna memastikan kebutuhan warga terdampak terpenuhi secara optimal.
Pada sektor perumahan, pembangunan hunian sementara (huntara) dan persiapan hunian tetap (huntap) terus dipercepat. Di Sumatra Barat, huntara telah dibangun di enam kabupaten/kota, Sumatra Utara di tiga kabupaten/kota, dan Aceh di satu kabupaten, dengan percepatan di wilayah lainnya. Proses ini dikoordinasikan BNPB dengan dukungan TNI-Polri serta partisipasi organisasi dan elemen masyarakat.
Dari sisi konektivitas, Pratikno mengungkapkan 72 dari 81 ruas jalan nasional terdampak atau hampir 90 persen telah kembali berfungsi. Sisanya masih dalam proses percepatan penanganan agar distribusi logistik dan akses layanan darurat semakin lancar.
Pemulihan layanan kesehatan juga menunjukkan kemajuan. Seluruh rumah sakit pemerintah di wilayah terdampak telah kembali beroperasi, meski sebagian belum maksimal. Ratusan puskesmas telah melayani masyarakat dengan dukungan tenaga kesehatan dan dokter relawan.
“Terima kasih kepada ratusan dokter relawan dari berbagai perguruan tinggi yang telah membantu pelayanan kesehatan di lapangan dan pengungsian,” katanya.
Terkait distribusi bantuan, Menko PMK memastikan stok logistik di titik utama dalam kondisi aman dan terus diupayakan menjangkau desa-desa terisolasi melalui jalur darat maupun udara. Bantuan pangan, BBM, dan LPG disalurkan dengan dukungan petugas dan relawan.
Pratikno juga menegaskan komitmen pemerintah dalam perbaikan tata kelola sumber daya alam dan lingkungan. Pemerintah pusat telah mencabut izin pemanfaatan lahan skala besar dan menyegel aktivitas pertambangan yang berpotensi merusak lingkungan.
“Pemulihan tidak hanya mengembalikan kondisi semula, tetapi harus menjadi lebih baik dan lebih aman ke depan,” tegasnya.
Di sektor pendidikan, sekitar 65 persen sekolah di Aceh telah siap beroperasi kembali. Sementara di Sumatra Barat dan Sumatra Utara, kesiapan sekolah mendekati 90 persen. Pemerintah menargetkan kegiatan belajar mengajar formal kembali berjalan pada Januari 2026.
Menutup pernyataannya, Pratikno menegaskan seluruh upaya pemulihan merupakan mandat langsung Presiden Republik Indonesia. Ia juga menyampaikan empati dan doa bagi masyarakat terdampak, serta mengimbau kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berlanjut.
“Mari kita sambut 2026 dengan harapan dan semangat kebersamaan, bahu-membahu membangun Indonesia yang lebih baik,” pungkasnya.





