Breaking News
Live Update Berita Terkini

Lingkar Nusantara Nilai Narasi yang Mengaitkan Hashim Djojohadikusumo dengan FolaPlay Berpotensi Menjadi Fitnah

Rabu, 1 Jul 2026
Editor: Eky
Ketua Umum Lingkar Nusantara (Lisan), Farhan Dalimunthe. (Sumber Foto: Bambang)
Dengarkan dgn suara Siap
2.8K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Ketua Umum Lingkar Nusantara (Lisan), Farhan Dalimunthe, menilai narasi yang mengaitkan Hashim S. Djojohadikusumo dengan dugaan kepemilikan saham di PT Folago Global Nusantara Tbk (FolaPlay) tanpa bukti yang dapat diverifikasi berpotensi menjadi fitnah.

FolaPlay merupakan platform layanan Over-The-Top (OTT) yang ditunjuk sebagai salah satu mitra TVRI untuk menayangkan siaran Piala Dunia 2026.

Menurut Farhan, penyebaran informasi yang belum terverifikasi tidak hanya berpotensi merugikan individu yang disebutkan, tetapi juga dapat menurunkan kualitas demokrasi dan ruang publik digital.

“Demokrasi memberikan ruang bagi setiap orang untuk mengkritik kebijakan pemerintah. Namun, demokrasi juga menuntut tanggung jawab. Kritik tidak boleh berubah menjadi tuduhan yang belum dapat dibuktikan,” kata Farhan dalam keterangan tertulisnya, Senin (30/6/2026).

Farhan menegaskan bahwa masyarakat perlu membedakan secara jelas antara kritik terhadap kebijakan publik dan tuduhan terhadap individu. Menurutnya, kritik merupakan bagian dari mekanisme kontrol dalam sistem demokrasi, sementara tuduhan terkait kepemilikan perusahaan atau dugaan konflik kepentingan harus didukung oleh bukti yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sebelumnya, Arsari Group, perusahaan investasi multisektor yang didirikan oleh Hashim S. Djojohadikusumo, telah menyampaikan klarifikasi resmi terkait narasi yang mengaitkan Hashim dengan kepemilikan FolaPlay.

Dalam keterangannya, Arsari Group menegaskan bahwa Hashim bukan pemegang saham, pemegang saham pengendali, beneficial owner, pengurus, maupun penasihat FolaPlay. Perusahaan juga membantah tuduhan bahwa penggunaan anggaran negara melalui kerja sama tersebut dimaksudkan untuk memberikan keuntungan pribadi kepada Hashim.

“Kami membantah informasi tersebut karena tidak benar, tidak berdasar, dan tidak didukung oleh fakta yang dapat diverifikasi,” ujar Vice President Corporate Communications Arsari Group, Ariseno Ridhwan, sebagaimana dikutip dari CNBC Indonesia pada 29 Juni 2026.

Sebelumnya, nama Hashim ramai dikaitkan dengan dugaan konflik kepentingan terkait penunjukan FolaPlay sebagai mitra OTT untuk siaran Piala Dunia 2026. Narasi tersebut muncul dalam salah satu episode Podcast Bocor Alus Politik Tempo dan kemudian tersebar melalui sejumlah akun media sosial.

Farhan mengingatkan bahwa dalam praktik komunikasi digital, penyebaran disinformasi kerap dilakukan secara sistematis melalui pengulangan narasi oleh berbagai pihak sehingga membentuk persepsi publik seolah-olah informasi tersebut merupakan fakta.

“Dalam ilmu komunikasi terdapat istilah illusory truth effect, yaitu kondisi ketika informasi yang terus diulang dapat dianggap sebagai kebenaran oleh masyarakat. Karena itu, publik harus semakin kritis dan mengedepankan verifikasi terhadap setiap informasi yang beredar,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kualitas demokrasi dengan mengutamakan etika komunikasi, budaya verifikasi, serta penghormatan terhadap fakta.

“Di era demokrasi digital saat ini, kreator konten tidak boleh hanya berorientasi pada viralitas dan jumlah penonton. Demokrasi akan tumbuh sehat apabila informasi disebarkan secara bertanggung jawab, berdasarkan data dan fakta, bukan melalui asumsi atau narasi yang berpotensi menjadi sarana pembunuhan karakter,” tutup Farhan.

No More Posts Available.

No more pages to load.