JAKARTA (kabarpublik.id) – Komunitas Pilar Pilar Lamahu (KPPL) sukses menggelar acara Festival Walima di Masjid Assakinah Panasonic Gobel, Cawang, Jakarta Timur, Sabtu (29/8/26).
Festival Walima, di mana Walima merupakan salah satu bentuk budaya kearifan lokal di Gorontalo yang berisikan makanan dan kue-kue yang biasa dilakukan saat momentum Maulid Nabi Muhammad SAW, untuk pertama kalinya diadakan di Jakarta dan diikuti oleh 9 (sembilan ) pilar masyarakat Gorontalo di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya sekaligus melestarikan tradisi dan budaya Gorontalo di perantauan.
Setiap Walima dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari 3 orang yaitu Rivai Humonggio, Delyuzar Ilahude dan Irma Popoi yang telah ditunjuk panitia.
Selain ada 9 (sembilan) Walima yang dilombakan, ada juga 2 (dua) Walima yang merupakan sumbangan dari tokoh masyarakat Gorontalo untuk memeriahkan acara Festival Walima pertama kali ini.

Pilar Talaga Ungobungo meraih juara pertama dan memperoleh hadiah uang tunai sebesar Rp2,5 juta. Juara kedua diraih Pilar Arlingga dengan hadiah Rp2 juta, sedangkan Pilar Podehu menempati posisi ketiga dan menerima hadiah Rp1,5 juta. Adapun pilar-pilar peserta yang belum meraih juara masing-masing memperoleh dana apresiasi sebesar Rp500 ribu.
Seluruh hadiah tersebut akan digunakan sebagai dana pembinaan pilar.
Setelah proses penilaian selesai dilakukan oleh Dewan Juri, Walima dikembalikan kepada masing-masing pilar untuk dibagikan kepada anggota dan hadirin melalui tradisi “baku rampas”. Dalam tradisi tersebut, para peserta mengambil makanan dan kue yang terdapat di dalam Walima untuk dibawa pulang. Kegiatan berlangsung meriah, tetapi tetap tertib dan sopan sesuai dengan nilai-nilai adat dan budaya Gorontalo.
Festival Walima dirangkaikan dengan pengajian rutin dua bulanan yang diselenggarakan Pilar Arlingga dan Pilar Podehu. Kegiatan tersebut dihadiri masyarakat Gorontalo, pengurus dan anggota pilar, tokoh masyarakat, pemangku adat, serta perwakilan organisasi sosial Gorontalo.
Penceramah, K.H. Dr. Amir Faishol Fath, M.A., menyampaikan tausiah secara dialogis. Ia mengajak para hadirin memperkuat persaudaraan dan membangun kebersamaan dengan meneladani kehidupan Nabi Muhammad SAW.

Dewan Pembina KPPL, Hamzah Isa, berharap Festival Walima dapat diselenggarakan setiap tahun dengan jumlah peserta yang lebih banyak. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana pelestarian tradisi, tetapi juga memperkuat silaturahmi masyarakat Gorontalo di wilayah Jabodetabek.
“Untuk melestarikan budaya kearifan lokal yang telah turun temurun setiap maulud Nabi SAW di Gorontalo, maka diharapkan kegiatan tersebut menjadi agenda masyarakat Gorontalo di perantauan utk meneruskan tradisi tersebut yg bertujuan untuk memperkuat silaturahim sesama warga Gorontalo Se-Jabodetabek,” ujar Hamzah.
Sebagai koordinator Agama dan Ketua panitia festival walima, Ati Modjo berkoordinasi dengan Delyuzar Ilahude Koordinator KPPL bersama Linggo RHD sebagai sekretaris KPPL, berkomitmen agar kegiatan budaya festival walima dan pengajian dua bulanan ini semakin mempererat hubungan silaturahim warga Gorontalo di perantauan.
Panitia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pilar, pengurus KPPL, peserta Festival Walima, para undangan, dan donatur yang telah mendukung pelaksanaan Festival Walima 2026.








