Laporan : Yadi
Editor : YR
MALUKU UTARA [kabarpublik.id] – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Ternate, M. Ihsan Hamzah menyatakan, pembahasan anggaran talut penahan tanah dan Surat Pemberitahuan Pengungkapan Harta atau SPPH sudah selesai dari Kementerian Keuangan RI.
“Sekarang tinggal kami menunggu NPHD dari Kementerian yang nanti ditandatangani bapak Wali Kota, setelah itu baru kita membuat surat permintaan penyaluran anggaran ke daerah,” ucapnya di kantor DPRD, Senin (7/11/ 2022).
Untuk proses tendernya, ia bilang, maunya lebih cepat, apalagi mau menjelang akhir tahun 2022. Kemungkin pekerjaan mulai awal tahun 2023 tergantung proses tendernya, karena kemarin waktu asistensi RK terakhir dengan BNPB, BPBD diberikan waktu pelaksanaan satu tahun.
Selanjutnya, jadi target capaian per triwulan bulan ketiga, dan triwulan pertama itu setelah anggaran dikucurkan ke daerah asistensinya sudah selesai. Artinya bahwa sudah ada kontrak dengan pihak terkait untuk melakukan pekerjaan
“Jadi dinyatakan di triwulan ketiga itu kerja fisiknya sudah selesai. Jadi terkait dengan talut sudah tidak ada lagi masalah teknis, tapi tinggal tantangan NPHD, sebab penyaluran anggaran dari kementerian ke kas daerah itu tergantung surat permintaan dari daerah,” ungkapnya lagi.
Selain itu, waktu yang diberikan NPHD kepada BPBD disampaikan kembali ke Bapak Wali Kota untuk tandatangan itu tanggal 10 November dan di tanggal yang sama tersampaikan ke BNPB.
“Tapi sekarang kan kami menunggu dulu, karena kemarin rencana awalnya Bapak Wali Kota di undang ke Jakarta menandatangani NPHD. Cuman kemarin ada penyampaian bahwa, nanti NPHD itu dikirim dulu ke daerah ditandatangani Wali Kota baru mendapatkan NPHD,” sebutnya.
Setelah NPHD sudah ditandatangani ia bilang, dikirim balik ke BNPB baru disampaikan secara kolektif ke Kementerian Keuangan. Waktu yang diberikan sampai tanggal 10 November 2022.
Sekadar diketahui, pembangunan talut penahan tanah di Kelurahan Kastela, Kecamatan Pulau Ternate tepatnya di samping SMK Negeri 4 Kota Ternate dan warga ini amruk pada Juli 2021.
Talut tersebut mulai dari sisi kanan panjangnya 300 meter dan dari sisi kiri 300 meter, sehingga totalnya 600 meter. Dan anggaran tersebut yang sudah diakomodir sebesar Rp.4,6 miliar. #[KP]





