Breaking News
Live Update Berita Terkini

Kawasan Santorini Resmi Dikelola Pemkot Gorontalo

Senin, 12 Feb 2024
Editor:
Dengarkan dgn suara Siap
6.5K pembaca

Laporan : Ifan Saluki
Editor : YR

GORONTALO [kabarpublik.id] – Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Gorontalo secara resmi menyerahkan pengelolaan kawasan Talumolo Rindang dan Indah (Santorini) kepada Pemerintah Kota Gorontalo.

Penyerahan ini ditandai dengan penandatanganan dokumen serah terima yang dilakukan oleh Wali Kota Gorontalo Marten Taha, dan Kepala BPPW Gorontalo Norman Wartabone, pada Senin (12/02/2024), di ruangan VVIP rumah jabatan Wali Kota.

Santorini merupakan salah satu wilayah yang terletak di Kelurahan Talumolo. Dulu, wilayah ini terlihat sangat kumuh. Banyak sampah tersebar dan menumpuk di berbagai titik, bahkan rumah warga banyak yang sudah tak layak huni.

Namun kini, semua itu telah berubah menjadi sebuah kawasan yang indah, bersih, rapi, elok, dan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kota Gorontalo.

Perubahan drastis kawasan tersebut, tidak lepas dari peran aktif Pemerintah Kota Gorontalo yang berhasil mengupayakan anggaran dari Kementerian PUPR.

“Saya bilang, coba kita bikin proposalnya dan kita usulkan untuk bisa mendapatkan anggaran di tahun 2021,” ujar Marten Taha pada acara penandatanganan tersebut.

Marten menuturkan bahwa keberadaan kawasan Santorini ini tidak hanya memberikan nilai estetika, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Gorontalo.

“Dengan terbangunnya Santorini ini, akan membuka lapangan pekerjaan utama yang berkaitan dengan pengembangan UMKM,” ucapnya.

Dalam kegiatan penandatanganan tersebut, Wali Kota Marten juga sempat menyentil tentang revitalisasi Pasar Sentral.

Kata Marten, proyek revitalisasi Pasar Sentral ini seperti Santorini. Dimana merupakan hasil kerjasama dengan Kementerian PUPR melalui BPPW Gorontalo.

Meskipun mengalami kendala selama pelaksanaannya, termasuk perubahan kontraktor dan penambahan anggaran, namun pada akhirnya rampung dengan kualitas yang membanggakan.

“Walaupun pembangunannya agak mengalami stagnasi dalam pelaksanaannya. Karena ada perubahan-perubahan, yaitu pergantian kontraktor lama, kemudian tender lagi. Kemudian kita urus lagi harus nambah anggaran dan lain sebagainya. Alhamdulillah sekarang sudah selesai dan sudah dimanfaatkan oleh masyarakat,” tutur Marten Taha.

Marten katakan jika hasil revitalisasi Pasar Sentral ini telah memberikan manfaat langsung kepada 1.119 pedagang. Bahkan Pasar Sentral menjadi satu satunya pasar termegah di Provinsi Gorontalo dengan makna filosofi adat budaya yang khas.

“Makanya ada itu karawo. Model karawo dan ikatan-ikatan yang ada di depan, itu menggambarkan adat budaya Gorontalo, dan khas kerajinan masyarakat Gorontalo, yaitu karawo,” pungkas Marten Taha.

No More Posts Available.

No more pages to load.