Kadis dr. Yana Paparkan Data Perkawinan Anak dan Pekerja Wanita di Rakerkesda

BERITA, DAERAH, GORONTALO45 Dilihat

Laporan : Ifan Saluki
Editor : YR

GORONTALO [kabarpublik.id] – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2PA) Provinsi Gorontalo, dr. Yana Yanti Suleman, menyampaikan paparan penting terkait perkawinan anak dan kondisi pekerja wanita di Provinsi Gorontalo dalam Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) tahun 2024. Acara ini berlangsung di aula Rumah Dinas Gubernur Gorontalo pada Rabu (29/05/2024).

Dalam paparannya, dr. Yana menekankan bahwa angka perkawinan anak di Provinsi Gorontalo masih menjadi perhatian serius.

“Perkawinan anak masih menjadi perhatian serius. Sebab hal ini tidak hanya merampas masa kecil anak, tetapi juga berdampak pada kesehatan fisik dan mental anak perempuan,” ujarnya.

Berdasarkan data terbaru, menunjukkan bahwa angka perkawinan anak di Provinsi Gorontalo pada tahun 2023 berada di angka 3,5 persen.

Sementara untuk Kabupaten/Kota, yakni Kabupaten Pohuwato mencatat angka tertinggi dengan 8,48 persen, disusul oleh Boalemo 2,48 persen, Gorontalo Utara 2,02 persen, Bone Bolango 3,42 persen, Kabupaten Gorontalo 3,85 persen, dan Kota Gorontalo 0,88 persen.

dr. Yana mengungkapkan bahwa tingginya angka perkawinan anak di beberapa daerah, terutama di wilayah pedesaan, dipengaruhi oleh faktor ekonomi dan budaya. Anak-anak yang menikah di usia dini sering kali dipaksa meninggalkan pendidikan formal, yang mengakibatkan rendahnya kualitas hidup mereka di masa depan.

“Kami berkomitmen untuk mengurangi angka perkawinan anak melalui program edukasi, pemberdayaan ekonomi keluarga, dan peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan bagi anak perempuan,” tambahnya.

Selain isu perkawinan anak, dr. Yana juga menyoroti kondisi pekerja wanita di Gorontalo. Ia mengatakan bahwa, perkembangan dimensi pemberdayaan di tahun 2023 semakin setara.

Perbaikan dimensi ini kata dr. Yana, dipengaruhi oleh meningkatnya persentase penduduk usia 25 tahun ke atas yang berpendidikan SMA ke atas.

Menurut data pada tahun 2022, sumbangan pendapatan perempuan di Provinsi Gorontalo mencapai 27,12 persen, dengan angka tertinggi di Kabupaten Pohuwato sebesar 37,56 persen. Keterlibatan perempuan di parlemen juga berada di atas rata-rata nasional, yakni 26,67 persen.

Meskipun terdapat peningkatan jumlah pekerja wanita di berbagai sektor, banyak dari mereka masih bekerja dalam kondisi rentan dan tanpa perlindungan hukum yang memadai.

dr. Yana menegaskan perlunya regulasi yang lebih ketat untuk memastikan hak-hak pekerja wanita terlindungi.

“Wanita yang bekerja memainkan peran penting dalam perekonomian kita, namun banyak dari mereka yang bekerja dalam kondisi yang tidak layak dan tanpa jaminan sosial. Kami akan terus mendorong implementasi kebijakan yang mendukung kesejahteraan pekerja wanita, termasuk akses terhadap fasilitas kesehatan, upah yang layak, dan lingkungan kerja yang aman,” tandasnya.

Rakerkesda 2024 diharapkan dapat menjadi titik awal perubahan signifikan dalam upaya pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Provinsi Gorontalo.

Dengan komitmen dan kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan, diharapkan tercipta lingkungan yang lebih baik bagi perempuan dan anak-anak di Gorontalo.

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Komentar