“Jika aset Iran suatu saat dicairkan, maka dana itu akan digunakan untuk memperkaya petani Amerika dan memberi makan rakyat Iran. Itu adalah kesepakatan yang sangat, sangat baik, dan sangat klasik ala Trump. Itu baik bagi rakyat kami, baik bagi rakyat Iran, dan pada dasarnya, sekali lagi, akan berkontribusi pada arsitektur keamanan regional yang telah kita bangun,” kata Vance kepada wartawan di Swiss, Senin.
AS dan Iran melakukan pembicaraan di Burgenstock, Swiss, Minggu (21/6), bersama Qatar dan Pakistan sebagai mediator dalam negosiasi tersebut.
Delegasi AS dalam pembicaraan itu dipimpin oleh Vance, sementara delegasi Iran diketuai oleh Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran Ismail Baghaei maupun Vance kemudian mengumumkan adanya kemajuan dalam pembicaraan tersebut.
Pekan lalu, AS dan Iran menandatangani secara daring nota kesepahaman soal penghentian konflik militer yang dimulai sejak 28 Februari. Dokumen tersebut juga menetapkan tenggat waktu bagi AS untuk mencabut blokade lautnya dan bagi Iran untuk memulihkan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz.
Iran juga berjanji untuk tidak mendapat senjata nuklir, sementara masalah program nuklir Iran akan diselesaikan melalui perjanjian terpisah. Para pihak akan mengadakan negosiasi mengenai hal itu dalam waktu 60 hari. Bagi Iran, hasilnya harus berupa pencabutan sanksi terhadap negara tersebut.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA (ant)





