Breaking News
Live Update Berita Terkini

Iran Klaim Jalur Selatan Selat Hormuz Dipasangi Ranjau di Tengah Memanasnya Konflik dengan AS

Kamis, 23 Jul 2026
Editor: Eky
Penulis: @ANT
Ilustrasi Selat Hormuz. ANTARA/Anadolu/py.
Dengarkan dgn suara Siap
3.1K pembaca

TEHERAN (kabarpublik.id) – Juru Bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Hossein Mohebbi, menyatakan jalur selatan Selat Hormuz telah dipasangi ranjau di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.

Pernyataan itu disampaikan pada Rabu (23/7), menyusul ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut Washington akan menghancurkan infrastruktur strategis Iran, termasuk jembatan dan pembangkit listrik di Teheran, apabila Iran kembali menyerang kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.

“Jalur selatan Selat Hormuz yang telah dipasangi ranjau akan menghancurkan investasi Anda. Jangan terjebak oleh tipu daya Amerika Serikat,” ujar Mohebbi.

Sebelumnya, anggota Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Ahmad Bakhshayesh Ardestani, mengatakan upaya Amerika Serikat mengalihkan jalur pelayaran ke rute selatan melalui Oman justru memicu eskalasi. Menurutnya, Teheran menginginkan kapal-kapal tetap melintasi jalur yang berada di bawah pengawasan Iran.

Komando Pusat Khatam al-Anbiya Iran juga menegaskan bahwa jalur perairan Selat Hormuz masih ditutup untuk pelayaran. Jika nantinya dibuka kembali, seluruh kapal diwajibkan menggunakan rute yang telah ditetapkan pemerintah Iran.

Sebelumnya, pada 18 Juni, Iran dan Amerika Serikat menandatangani memorandum penghentian konflik yang berlangsung sejak 28 Februari. Namun, situasi kembali memanas setelah pasukan Amerika Serikat melancarkan sejumlah serangan terhadap Iran sejak 8 Juli.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyebut serangan tersebut sebagai respons atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz. Sebagai balasan, Iran menyerang sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Presiden Donald Trump kemudian menyatakan bahwa gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran tidak lagi berlaku, sehingga ketegangan di kawasan kembali meningkat.

No More Posts Available.

No more pages to load.