Breaking News
Live Update Berita Terkini

IHSG Rabu Ditutup Melemah 55,70 Poin ke Posisi 6.394

Rabu, 19 Agu 2026
Editor: Jamalul Insan
Ilustrasi: Layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 254,36 poin atau 4,11 persen ke posisi 5.941,07 setelah seharian berkutat di zona merah pada rentang 5.841-6.213. (ANTARA FOTO)
Dengarkan dgn suara Siap
2.5K pembaca
JAKARTA  (Kabarpublik.id) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore ditutup turun mengikuti pelemahan bursa saham kawasan Asia, dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.

IHSG ditutup melemah 55,70 poin atau 0,86 persen ke posisi 6.394,13. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 3,56 poin atau 0,56 persen ke posisi 627,47.

“Mayoritas indeks di bursa kawasan Asia ditutup melemah di tengah kekhawatiran akan meningkatnya ketegangan geopolitik,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.

Dari mancanegara, Iran mempertimbangkan untuk menyerang aset-aset AS di Bulgaria dan Siprus, apabila perang antara AS dengan Iran kembali berlangsung.

Sementara itu, Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan telah menghentikan seluruh perdagangan dan transaksi keuangan dengan Iran hingga pemberitahuan lebih lanjut. Sebelumnya, UEA menyatakan mendeteksi adanya rudal yang diluncurkan oleh Iran ke arah wilayah perairannya pada Selasa (18/8).

“Kekhawatiran akan memanasnya ketegangan geopolitik yang meluas dan dampaknya terhadap harga minyak menjadi faktor negatif,” ujar Ratna.

Dari dalam negeri, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 18-19 Agustus 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen, atau sesuai perkiraan konsensus.

Suku bunga deposit facility juga diputuskan untuk tetap pada level 4,75 persen, begitu pula suku bunga lending facility yang diputuskan untuk tetap pada level 6,5 persen.

Sementara itu, pelemahan indeks dolar AS telah mendorong nilai tukar Rupiah menguat 0,12 persen ke level Rp17.862 per dolar AS.

Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, dua sektor menguat dipimpin sektor infrastruktur yang naik sebesar 0,73 persen, diikuti oleh sektor properti yang naik sebesar 0,63 persen.

Sedangkan sembilan sektor melemah yaitu sektor barang baku turun paling dalam sebesar 1,14 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen primer dan sektor industri yang turun masing-masing sebesar 0,86 persen dan 0,75 persen.

Adapun, saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu FUJI, TIFA, FPNI, WEGE, dan TRUS. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni FAST, DWGL, TCPI, ASLI dan KJEN.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.178.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 34,26 miliar lembar saham senilai Rp14,25 triliun. Sebanyak 257 saham naik, 379 saham menurun dan 317 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 3,12 persen ke 65.356,00, indeks Shanghai melemah 2,40 persen ke 3.894,42, indeks Hang Seng menguat 0,09 persen ke 25.495,07, indeks Kospi melemah 5,80 persen ke 6.471,17, dan indeks Straits Times melemah 0,13 persen ke 5.694,24. (ant)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.