News Update
Live Update Berita Terkini

Hutama Karya Percepat Penanganan Jalan Longsor di Aceh dan Sumatera Jelang HUT ke-81 RI

Sabtu, 18 Jul 2026
Editor: Eky
Dengarkan dgn suara Siap
47.2K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – PT Hutama Karya (Persero) mempercepat penyelesaian sejumlah proyek penanganan darurat infrastruktur jalan di Pulau Sumatera menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat pemulihan konektivitas masyarakat di wilayah terdampak bencana alam.

Sejumlah proyek strategis telah menunjukkan perkembangan signifikan. Proyek Penanggulangan Bencana Alam Malalak di Sumatera Barat telah rampung 100 persen, sedangkan proyek penanganan banjir bandang dan longsor di Lembah Anai telah mencapai progres 96,71 persen dan ditargetkan selesai pada 26 Juli 2026.

Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026

Keterangan foto: Poster peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober.

Di kawasan Malalak, seluruh konstruksi sementara telah digantikan dengan infrastruktur permanen, seperti bronjong, shotcrete, soil nailing, box culvert, sistem drainase, hingga realinyemen jalan. Dengan selesainya proyek tersebut, jalur penghubung Padang–Bukittinggi kini kembali berfungsi optimal, sehingga mobilitas masyarakat dan distribusi logistik menjadi lebih aman.

Sementara itu, proyek Lembah Anai kini memasuki tahap akhir berupa pengaspalan, pemasangan guardrail, penerangan jalan umum, rambu lalu lintas, dan marka jalan. Berbagai pekerjaan utama, termasuk pembangunan soldier pile, bronjong, penguatan lereng, serta pengaspalan di sejumlah titik prioritas, telah diselesaikan.

Selain di Sumatera Barat, Hutama Karya juga terus mempercepat penanganan darurat pada sejumlah ruas jalan di Provinsi Aceh.

Pada Ruas PPK 3.3 Aceh, progres pekerjaan hingga Juni 2026 mencapai 30,46 persen. Penanganan dilakukan di 26 titik longsor dan dua lokasi jembatan. Sejumlah titik prioritas telah dapat difungsikan, sementara sisanya ditargetkan beroperasi menjelang peringatan HUT RI pada 17 Agustus 2026.

Untuk Ruas PPK 3.4 Batas Gayo Lues–Blangkejeren, progres pekerjaan mencapai 22,41 persen. Proyek ini mencakup penanganan di 23 titik melalui pembangunan buis beton, beton siklop, dinding penahan tanah, serta timbunan pilihan guna memperkuat badan jalan di kawasan rawan longsor.

Adapun pada Ruas PPK 3.5 Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara–Kota Kutacane, progres pekerjaan telah mencapai 43 persen. Penanganan difokuskan pada enam titik, meliputi dua jembatan dan empat lokasi longsor. Salah satu prioritas utama adalah penyelesaian Jembatan Lawe Mengkudu yang ditargetkan mulai difungsikan pada Agustus 2026.

Di Provinsi Sumatera Utara, Hutama Karya juga menangani proyek tanggap darurat pada koridor Tarutung–Sibolga. Hingga 10 Juli 2026, progres fisik pekerjaan mencapai 24,26 persen dengan fokus pembangunan bored pile, dinding penahan tanah, serta pengecoran di sejumlah titik prioritas.

Pelaksana Tugas Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menegaskan percepatan penanganan infrastruktur pascabencana merupakan komitmen perusahaan dalam mendukung pemerintah memulihkan konektivitas masyarakat sekaligus meningkatkan ketahanan infrastruktur nasional.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang aman, andal, dan berkelanjutan menjadi bagian penting dalam mendukung aktivitas masyarakat serta memperkuat ketahanan terhadap bencana di masa mendatang.

Selain memulihkan akses transportasi, proyek-proyek tersebut diharapkan mampu meningkatkan keselamatan pengguna jalan, memperlancar distribusi logistik, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta memperkuat jaringan transportasi nasional yang tangguh terhadap bencana.

No More Posts Available.

No more pages to load.