News Update
Live Update Berita Terkini

Hunian Berkonsep Desert Modernism, kini Hadir di Bali

Senin, 19 Okt 2026
Editor: Jamalul Insan
Ilustrasi: Hunian berkonsep Desert Modernism di Bali. (istimewa)
Dengarkan dgn suara Siap
7.1K pembaca

BALI  (Kabarpublik.id) – Nuanu Real Estate dan UNIT. mengumumkan peluncuran Black Sands Oasis, sebuah pengembangan hunian yang terinspirasi dari konsep Desert Modernism di Nuanu Creative City (NCC), Bali.

Berlokasi sekitar 700 meter dari pantai, Black Sands Oasis menghadirkan 111 unit hunian serta sebuah unit khusus Observatory Suite yang unik. Dengan harga mulai Rp 2,07 miliar, Black Sands Oasis menawarkan ruang hunian yang dirancang secara cermat, mengoptimalkan cahaya alami, sekaligus menghadirkan keterhubungan dengan lanskap di sekitarnya.

Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026

Keterangan foto: Poster peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober.

CEO NCC Lev Kroll mengatakan, Black Sands Oasis menghadirkan gagasan konsep desain maupun arsitektur dalam bentuk nyata dan UNIT. memperkenalkan karakter arsitektur yang khas melalui Desert Modernism sementara Stella Solaris memperkuat hubungan antara seni dan hunian.

“Hasilnya, sebuah tempat tinggal di dalam karya seni. Yang menarik bagi kami adalah bagaimana gagasan seperti ini dapat memberikan identitas tersendiri bagi sebuah lingkungan hunian. Kami ingin setiap orang menemukan beragam ekspresi Nuanu saat menjelajahi kota ini dan kami menghargai mitra yang memiliki visi jelas tentang kontribusi yang ingin mereka hadirkan,” ujarnya saat memperkenalkan Blacks Sands Oasis kepada kalangan media pekan ini.

Black Sands Oasis menjadi bagian yang berarti dalam keseluruhan masterplan maupun kawasan NCC seluas lebih dari 45 hektare. Selain itu, ada perhatian besar terkait pengembangan proyek ini yang konsep perancangannya menekankan pengalaman yang sesuai untuk kebutuhan wisatawan muslim, sebuah elemen baru yang juga akan kian memperkaya keberagaman Nuanu.

Black Sands Oasis menerjemahkan konsep Desert Modernism melalui arsitektur yang terinspirasi dari Maroko, palet warna bernuansa pasir, material alami, serta fasad dengan tekstur yang khas.

Elemen penyaring cahaya berbahan terakota membantu mengatur masuknya sinar matahari sementara sistem ventilasi, peneduh, dan bukaan yang ditempatkan secara cermat dirancang untuk mendukung kenyamanan di iklim tropis. Seluruh elemen tersebut berpadu menciptakan interior yang terbuka, dipenuhi cahaya alami, dan tetap terhubung dengan ruang luar.

Pilihan huniannya terdiri dari 20 unit studio, 8 unit penthouse, serta 83 unit vila dengan satu hingga empat kamar tidur. Setiap vila dilengkapi taman pribadi, kolam renang pribadi, dan atap setinggi enam meter yang akan memberikan ruang dan privasi sekaligus mempertahankan keterhubungan dengan lanskap di sekitarnya. Di dalam kompleks, jalur pejalan kaki, kolam renang bersama, halaman komunal, dan lapangan pétanque menyediakan ruang untuk rekreasi serta interaksi sehari-hari.

Founder dan CEO UNIT. Steven Fedos menambahkan, dengan menangani konstruksi, produksi, hingga manajemen sendiri menjadikan proyek ini dikelola dengan kendali yang lebih besar untuk menjamin kualitas sekaligus tanggung jawab atas keberlanjutan pengembangannya.

“Sejak tahap desain, kami sudah mempertimbangkan bagaimana hunian ini akan dibangun, digunakan, dan dirawat dalam jangka panjang. Black Sands Oasis menyatukan seluruh keahlian UNIT. dalam satu proyek. Bagi kami, menyebutnya sebagai proyek unggulan berarti siap mempertanggungjawabkan apa yang kami bangun, mulai dari kualitas struktur bangunan hingga pengelolaan properti setelah serah terima,” bebernya.

Black Sands Oasis ditawarkan dengan skema hak sewa (leasehold) selama 35 tahun dengan opsi perpanjangan selama 20 tahun. UNIT. juga menawarkan garansi struktur bangunan selama 25 tahun sebagai bagian dari penawaran proyek ini.

Pengelolaan akomodasi proyek ini direncanakan dengan perhatian khusus pada kebutuhan wisatawan muslim, melalui layanan yang selaras dengan prinsip-prinsip Islam dan terintegrasi dalam pengalaman menginap, guna menjawab meningkatnya permintaan dari pasar domestik maupun internasional.

“Menciptakan tempat yang istimewa untuk ditinggali merupakan bagian dari visi Nuanu. Namun, setiap orang memiliki gambaran yang berbeda tentang gaya hidup ideal. Tujuan kami adalah mengembangkan beragam pilihan proyek hunian agar setiap orang yang datang ke Nuanu dapat menemukan cara yang paling sesuai bagi mereka untuk menetap, menginap, dan menikmati Bali. Black Sands Oasis merupakan langkah penting dalam mewujudkan visi tersebut,” ujar Anastasia Sinberg, Direktur Nuanu Real Estate.

Hal lainnya yang menarik, Black Sands Oasis menyelenggarakan lelang (auction) properti tertutup untuk unit khusus Observatory Suite yang dibuka hingga 15 November 2026. Sebagai satu-satunya hunian dengan konsep tersebut di dalam kompleks, suite seluas 66,24 m2 ini menempati empat lantai di dalam Stella Solaris, instalasi seni ikonis setinggi 15 meter yang menjadi landmark pengembangan ini. Observatory Suite mencakup galeri, ruang keluarga, dan kamar tidur, dilengkapi elemen jam matahari yang khas serta jendela yang menghadap ke selatan.

Setiap peserta lelang juga dapat memilih satu unit hunian standar yang tersedia sebagai opsi cadangan. Peserta yang tidak berhasil mendapatkan Observatory Suite akan menerima desain eksklusif untuk unit cadangan yang telah mereka pilih. (Y.Iskandar)

No More Posts Available.

No more pages to load.