News Update
Live Update Berita Terkini

Hari Kunjung Perpustakaan 2026, Perpusnas Ajak Masyarakat Merawat Ingatan dan Budaya

Senin, 14 Sep 2026
Editor: Eky
Dengarkan dgn suara Siap
26.3K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) menggelar rangkaian kegiatan Hari Kunjung Perpustakaan 2026 untuk mendekatkan literasi dengan kehidupan masyarakat.

Mengusung tema “Merawat Ingatan, Menggugah Kesadaran”, Perpusnas menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari pameran alih wahana naskah kuno menjadi buku anak dan komik, kelas literasi, berkebun, pengolahan limbah rumah tangga, hingga berbagi pengalaman pengembangan perpustakaan di wilayah kepulauan.

Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026

Keterangan foto: Poster peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober.

Pameran tersebut berlangsung pada 14–30 September 2026 di Grha Literasi, Bangunan Cagar Budaya Perpusnas, Jakarta.

Sekretaris Utama Perpusnas Joko Santoso mengatakan perpustakaan harus terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan pola masyarakat dalam memperoleh informasi.

Menurut dia, perpustakaan tidak lagi cukup dipandang sebagai tempat membaca dan menyimpan koleksi. Perpustakaan perlu menjadi ruang belajar yang relevan, tempat bertukar gagasan, berkreasi, sekaligus mengenali kembali identitas bangsa.

“Merawat ingatan itu adalah merawat identitas. Menggugah kesadaran sebagai bagian dari menyiapkan masa depan,” kata Joko saat membuka pameran.

Naskah kuno dikemas lebih dekat dengan generasi muda

Salah satu kegiatan utama dalam Hari Kunjung Perpustakaan 2026 adalah pameran alih wahana naskah kuno Nusantara. Materi pameran dibagi dalam empat aspek, yakni Warisan Indonesia untuk Dunia, Warisan Nilai Bersama, Warisan Perempuan, dan Warisan Karya Istimewa.

Perpusnas bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam mengembangkan naskah kuno menjadi karya yang lebih mudah dipahami generasi muda. Kolaborasi tersebut telah menghasilkan 50 buku anak dan komik yang bersumber dari naskah kuno Nusantara.

Pengemasan tersebut dilakukan untuk memperkenalkan sejarah, budaya, dan kearifan lokal yang tersimpan dalam naskah kuno melalui media yang lebih dekat dengan kehidupan anak-anak dan generasi muda.

Joko menegaskan bahwa alih wahana tidak menghilangkan nilai maupun keaslian naskah kuno. Sebaliknya, pendekatan kreatif diharapkan membuat pesan dan pengetahuan yang terkandung dalam naskah dapat disampaikan secara lebih menarik dan komunikatif.

Perpusnas juga menerbitkan 25 komik dan buku anak seri Babad Diponegoro dalam bahasa Inggris. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas pengenalan sejarah dan budaya Indonesia, termasuk warisan intelektual Nusantara, kepada masyarakat internasional.

Joko mengatakan pengenalan naskah kuno melalui berbagai media kreatif dapat menjadi jembatan antargenerasi. Selain menumbuhkan minat baca, langkah itu diharapkan memperkuat kecintaan masyarakat terhadap sejarah dan budaya Indonesia.

Anak belajar berkebun, orang tua mengolah limbah

Selain pameran, Perpusnas menggelar Kelas Literasi Anak (Kelana) bertajuk “Petualangan Anak Hebat: Kenal Lingkungan, Berkebun, dan Berkreasi”.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diajak mengenal lingkungan melalui aktivitas berkebun dan berbagai kegiatan kreatif. Sementara itu, para orang tua mendapatkan pengetahuan mengenai pengolahan limbah dapur menjadi ekoenzim.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Perpusnas memperluas makna literasi. Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, tetapi juga mencakup pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Angkat pengalaman perpustakaan di wilayah kepulauan

Rangkaian Hari Kunjung Perpustakaan 2026 juga menghadirkan Siniar Kelas Literasi Widya Bahana Swara (WBS) Radio Perpusnas.

Dalam kegiatan tersebut, pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tual, Maluku, Irfan Bungin, berbagi pengalaman mengenai pengembangan perpustakaan di wilayah kepulauan melalui tema “Perjalanan Perpustakaan Tual: Menyalakan Literasi dari Timur Indonesia.”

Perpusnas juga memberikan apresiasi kepada pemustaka teraktif, yakni Freddy Arifin yang berusia 69 tahun dan Aisyah Khairunnisa yang berusia 9 tahun.

Penghargaan tersebut diserahkan Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Suharyanto bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Perpusnas Tety Herawati Aminudin Aziz.

Berlanjut hingga akhir September

Rangkaian Hari Kunjung Perpustakaan 2026 masih berlangsung hingga akhir September dengan sejumlah agenda literasi.

Kegiatan tersebut meliputi Kelas Menulis Cerpen Tingkat SMA pada 16 September, Kelas Literasi Klasika pada 21 September, LibTalk Kelas Literasi Referensi pada 22 September, serta Peluncuran Buku dan Gelar Wicara Alih Wahana Naskah Ingatan Kolektif Nasional (IKoN) dan Memory of the World (MoW) pada 23 September.

Selanjutnya, pada 24 September digelar Penganugerahan IKoN dan Seminar IKoN–MoW serta penghargaan di bidang pelestarian naskah kuno. Rangkaian kegiatan ditutup dengan Kelas Literasi Sinema pada 29 September 2026.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, Perpusnas mendorong masyarakat memanfaatkan perpustakaan sebagai ruang untuk belajar, berkreasi, bertukar gagasan, serta mengenal dan menjaga kekayaan pengetahuan dan budaya Indonesia.

No More Posts Available.

No more pages to load.