Laporan : Tim Kabar Publik (JMSI), Editor : Mahmud Marhaba
KOTA GORONTALO [KP] – Dalam masa krisis menghadapi wabah virus Corona, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Gorontalo diterpa issue miring soal anggota Dewan Kota memanfaatkan kesempatan untuk melakukan Perjalanan Dinas keluar daerah.
Kondisi ini membuat Wakil Ketua DPRD Kota Gorontalo, Moh. Rivai Bukusu, angkat bicara. Dirinya menegaskan issue yang berkembang itu tidak benar. Bahkan, dirinya meluruskan melalui media ini soal rencana Dewan Kota mendukung pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di provinsi Gorontalo.
Diakuinya, pada Jumat, 8 Mei 2020, pihaknya yang tergabung pada Forkopimda Kota Gorontalo akan meninjau daerah perbatasan Atinggola bersama Gubernur Gorontalo. Ini dilakukan tidak lain untuk menindaklanjuti usulan DPRD Kota Gorontalo kepada Walikota Gorontalo untuk menempatkan pegawai Kota Gorontalo di semua wilayah perbatasan masuk Gorontalo.
Menurut Rivai Bukusu, dengan menempatkan pegawai di setiap perbatasan masuk wilayah Gorontalo akan lebih efektif untuk memutuskan mata rantai virus di Gorontalo. Ditegaskannya bahwa dengan demikian pihaknya akan mengetahui dan mengecek langsung warga Kota Gorontalo atau tamu yang akan menuju Kota Gorontalo untuk didata dan disamapikan ke Pemda hingga ke kelurahan.
“Banyak warga yang tidak jujur dengan keberadaannya. Mereka lebih takut di karatina ketimbang membawa virus yang mematikan itu. Oleh karena itu, kita akan mengawasi sejak awal dari perbatasan masuk daerah provinsi Gorontalo agar pencegahan virus Corona bisa teratasi sedini mungkin,” ungkap Rivai Bukusu kepada kabarpublik.id Rabu (06/05/2020).
Untuk itu, dirinya menghimbau kepada masyarakat agar mendukung penetapan PSBB dengan jalan memberikan informasi yang jelas dan benar kepada pemerintah terkait dengan warga atau family yang berkunjung ke Gorontalo untuk didata sehingga kondisinya bisa terdeteksi sedini mungkin.
Kembali terkait dengan beredarnya issue Perjalanan Dinas (Perjadin) Aleg Dekot, Rivai Bukusu mengatakan bahwa itu tidak benar.
“Itu hoax, masa kita memberikan contoh yang tidak baik ditengah kita menghadapi PSBB untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona,” tegas Rivai Bukusu, Wakil Ketua I DPRD Kota Gorontalo yang juga Ketua DPC P3 Kota Gorontalo.#[KP]





